Remaja asal Deliserdang Disekap dan Dipukuli Begal Motor Semalaman di Medan

Aminoer Rasyid · Senin, 06 April 2020 - 15:47 WIB
Remaja asal Deliserdang Disekap dan Dipukuli Begal Motor Semalaman di Medan
Korban begal JS bersama kedua orang tuanya. (Foto: iNews/Aminoer Rasyid)

DELISERDANG, iNews.id - Seorang remaja asal Deliserdang menjadi korban tindak kekerasan kelompok begal motor di Kota Medan, Sumatera Utara. Selain motor miliknya dicuri, dia juga disekap dan dipukuli para pelaku semalaman hingga babak belur.

Korban diketahui berinisial JS (16) warga Jalan Biola Kecamatan Patumbak, Kabupaten Dliserdang. Dia pun telah membuat laporan polisi di Polrestabes Medan dengan nomor STPL/206/IV /2020/SU/ Polrestabes Medan/ Sek Patumbak, Minggu (5/4/2020).

Kronologi kejadian bermula saat korban melintas dengan menggunakan motor di Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (4/4/2020) pukul 23.00 WIB. Tiba-tiba dia dipepet dan dicegat para pelaku yang mengendarai lima motor berboncengan.

"Awalnya aku tak tau mau dibawa ke mana. Tapi seingat ku, mereka membawa ke kawasan Medan Amplas melalui Jalan Panglima Denai," ujar JS menceritakan kejadian yang dialaminya sembari menahan sakit, Minggu (5/4/2020) malam.

Sampai di Amplas, tepatnya di simpang Jalan Selambo, korban yang duduk diboncengan salah satu pelaku coba melompat dari motor untuk melarikan diri. Namun saat itu, kakinya malah terkilir hingga tak bisa kabur.

Saat itu juga korban dibekuk kompolotan begal dan dibawa ke Jalan Panglima Denai, Kelurahan Amplas Kecamatan Medan Amplas.

"Di situ dekat bengkel, saya dipukuli dan disiksa mereka beramai-ramai. Ada sekitar 10 orang," katanya.

Penderitaan korban masih belum berakhir. Dia kembali dibawa ke Jalan Panglima Denai, tepatnya di wilayah Gang Seser, Kelurahan Amplas. Dia lalu dibawa ke sebuah rumah dan di situ kembali mendapat penyiksaan.

"Di tempat itu, wajah, kepala, tangan, kaki dan badan ku terus dipukuli. Aku sudah minta ampun dan nangis, tapi mereka tak perduli tetap saja memukuli ku," katanya.

Korban mengaku tak mengenali satu pun pelaku yang menganiayanya. Tapi saat kembali ditanya dari mana mendapat rekaman video dengan wajah luka sambil menangis dan memegang rambut, JS mengaku mendapatkan dari seorang temannya. Hanya saja, dia tidak menyebutkan siapa nama temannya tersebut.

"Saya disekap satu malam. Saya ditinggal begitu saja dalam kondisi babak belur," kata JS di dampingi ayahnya Posman Sitompul (47).

Posman mengatakan, anaknya diantar pulang oke rumah oleh seorang anggota organisasi kepemudaan (OKP).

"Anakku ini dalam keadaan luka dan tak berdaya diantar pulang seorang pria, anggota salah satu ormas," katanya.

Selain kehilangan motor dan babak belur dianiaya pelaku, jaket, jam tangan, sepatu dan uang Rp80.000 miliknya turut diambil.

Kedua orang tua korban berharap polisi dapat segera menangkap para pelaku yang menganiaya dan mencuri motor anaknya.

"Saya selaku orang tua korban sangat berharap polisi, khususnya Polsek Patumbak dapat menangkap para pelakunya," ujar Posman.


Editor : Donald Karouw