Ricuh Pembagian Sembako, Warga Percut Sei Tuan Mengamuk Tak Dapat Bantuan

Ahmad Ridwan Nasution ยท Senin, 20 April 2020 - 17:40 WIB
Ricuh Pembagian Sembako, Warga Percut Sei Tuan Mengamuk Tak Dapat Bantuan
Polisi saat menenangkan warga saat penyaluran paket bantuan sembako yang sempat menegang di Kelurahan Kenangan, Percut Sei Tuan, Deliserdang. (Foto: iNews/Ahmad Ridwan Nasution)

DELISERDANG, iNews.id - Pembagian sembako bagi warga kurang mampu yang terdampak wabah virus corona berujung ricuh di Kelurahan Kenangan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Senin (20/4/2020). Puluhan warga Perumnas Mandala mengamuk dan terlibat adu mulut dengan petugas kelurahan lantaran menilai proses pembagian sembako tidak adil.

Aksi protes dan kericuhan ini tak terhindarkan saat pendistribusian paket sembako berisi beras dan telur dari Pemerintah kabupaten (Pemkab) Deliserdang. Namun amukan warga tak sampai meluas karena dengan cepat dimediasi polisi dan anggota Koramil setempat yang datang ke lokasi kantor kelurahan tersebut.

Seorang warga bernama Christin merasa pembagian paket sembako isi beras 20 kilogram (Kg) dan 60 butir tidak tepat sasaran. Mereka menduga penyaluran bantuan hanya berdasarkan kedekatan antara kepala lingkungan. Sebab ada warga yang benar-benar terdampak corona namun tidak mendapat bantuan sembako tersebut.

"Data KTP dan semua sudah saya serahkan, tapi gak dapat bantuan. Saya gak tahu kenapa nama saya tidak ada. Saya butuh juga," ujar Christin yang mengaku mantan sales dan korban PHK dari tempatnya bekerja karena dampak Covid-19.

Sementara itu, Camat Percut Sei Tuan Chairul Harahap mengungkapkan, pembagian bantuan ini untuk 168 warga yang sudah terdata. Mereka ini orang yang sesuai data benar-benar membutuhkan dan layak menerima bantuan sesuai pendataan kepala lingkungan setempat.

"Kami salurkan sesuai data yang diberikan, jumlahnya 168 penerima. Semua sudah proses pendataanm kepala lingkungan dengan melihat kondisi masyarakat. Kami cari yang paling terdampak, paling layak. kalau ada (kepala lingkungan) yang bermain soal bantuan ini kami akan copot. Kami dengar protes warga namun sangat sesalkan," katanya.

Kendati demikian setelah ada aparat berjaga-jaga, distribusi bantuan dapat kembali lancar. Situasi di Kantor Kelurahan kenangan juga sudah kondusif, petugas gabungan TNI-Polri membubarkan warga yang membuat keributan dan berjaga di sekitar lokasi.


Editor : Donald Karouw