Sakit Hati Dipanggil Babi, Warga Humbahas Aniaya Remaja hingga Tewas

Okezone, Robert Fernando H Siregar · Minggu, 05 April 2020 - 06:00 WIB
Sakit Hati Dipanggil Babi, Warga Humbahas Aniaya Remaja hingga Tewas
Ilustrasi AFP

HUMBAHAS, iNews.id - Juprianto Munthe (32), warga Dusun Payung, Desa Bona Nionan, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) ditangkap Polres Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara pada Jumat (3/4/2020). Dia merupakan tersangka penganiayaan remaja pria berinisial DM (13), warga Kecamatan Doloksanggul yang ditemukan tewas di kubangan.

Kasubbag Humas Polres Humbahas Bripka SB Lolo Bako menerangkan, DM ditemukan tewas dalam kubangan air, tepatnya di perladangan Parsambilan Dusun Siambaton, Desa Sirisi-risi, Doloksanggul Humbahas, Kamis (2/3/2020) sekira pukul 19.30 WIB.

“Jakob Munthe abang kandung DM, menemukan (korban) sudah tidak bernyawa dan terdapat luka memar di bagian wajah sebelah kanan, luka pada bibir dalam dan luar dan telinga mengeluarkan darah,” katanya, Sabtu (4/4/2020).

SB Lolo Bako mengungkapkan dari hasil penyidikan, pada Kamis (2/3/2020) pukul 14.00 WIB, korban meminta izin kepada kakak perempuannya Ana Boru Munthe untuk pergi memancing. Lalu, tersangka Juprianto datang dari perladangan belakang rumahnya menuju ke arah Parsambilan Dusun Siambaton, Desa Sirisirisi Doloksanggul.

“Saat korban sedang asyik memancing, tersangka menemui dan menegur korban dengan berkata ‘Marhua Ho’ (ngapain kau), lalu dijawab korban ‘Makkail’ (memancing). Lalu tersangka berkata ‘Pinjam jo hail mi’ (pinjam dulu pancing-mu), lalu korban memberikan pancingnya sambil berkata kasar ‘Nion Babi’ (ini babi). Mendengar jawaban korban, tersangka menjadi sakit hati. Tersangka langsung menampar wajah korban pada bagian mulut dan bagian telinga sebelah kanan,” ujarnya.

Tersangka, kemudian mencekik leher korban dan mengambil 1 batang kayu dengan ukuran 25 sentimeter dengan diameter 3 sentimeter serta menusukkan ke dubur korban. Tersangka kemudian korban diangkat ke parit berlumpur dengan kedalaman air 50 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa. Tersangka menenggelamkan korban dengan posisi korban kearah bawah sampai korban tidak bernyawa lagi.

“Lalu, tersangka meninggalkan korban dalam keadaan tenggelam seluruh tubuh di parit tersebut. Kemudian, tersangka membawa pancingan korban meletakkannya di atas seng gubuk di belakang rumah tersangka atau jarak antara lokasi penganiayaan dengan disembunyikan pancing katrol dan kayu bulat tersebut, sekira 2 kilometer,” tuturnya.

Sebelum menganiaya korban, tersangka berulah memukul penduduk lain bermarga Situmorang di perladangan Dusun Paung, Desa Bona Nionan, Doloksanggul. Tersangka lari menuju perladangan Dusun Siambaton, Desa Sirisirisi Doloksanggul.

“Jumat 3 April 2020, sekira Pukul 10.00 WIB, tersangka melakukan penganiayaan kepada Namboru kandungnya (Bibi-nya) hingga luka berat. Lalu, perangkat Desa Bona Nionan dan masyarakat mengamankannya di Kantor Desa Bona Nionan pada Pukul 10.30 WIB,” ucapnya.


Editor : Nani Suherni