Saryana Ditunjuk Gantikan Posisi Ketua PN Medan yang Terjaring OTT KPK

Stepanus Purba ยท Rabu, 29 Agustus 2018 - 13:05 WIB
Saryana Ditunjuk Gantikan Posisi Ketua PN Medan yang Terjaring OTT KPK
Humas Pengadilan Tinggi (PT) Medan Adi Sutrisno. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Pengadilan Tinggi (PT) Medan secara resmi menunjuk Hakim Saryana sebagai Pelaksana Harian (Plh) Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan. Dia menggantikan posisi Marsudin Nainggolan dan Wahyu Prasetyo yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (28/8/2018).

Humas Pengadilan Tinggi (PT) Medan Adi Sutrisno mengatakan, penunjukkan ini agar keberlanjutan operasional pengadilan dapat terus berjalan pasca-OTT yang melibatkan pimpinan PN Medan.

"Tugas-tugas keseharian operasional pengadilan harus terus berjalan seperti menerima berkas-berkas dari kejaksaan. Menangani perpanjangan penahanan, penanganan izin sita dan geledah, serta tugas-tugas pokok lainnya harus tetap berjalan dan tidak boleh berhenti," kata Adi, Rabu (29/8/2018).


Dia menjelaskan, secara prosedural, jika pimpinan Pengadilan Tinggi (PT) dalam hal ini ketua pengadilan maupun wakil ketua pengadilan, maka akan ditunjuk satu orang hakim di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) sebagai pejabat plh.

Sebelumnya, Adi juga mengungkapkan kekecewaan dan rasa sedihnya atas OTT yang menjerat keempat hakim dan dua panitera. Namun dia menegaskan, hal itu merupakan tindakan oknum dan tidak mewakili lembaga peradilan.

Dia menuturkan, pendekatan hukum harus tetap dilakukan sebagai konsekuensi atas perbuatan yang disangkakan kepada empat hakim dan dua panitera. "Kami akan berikan keleluasaan penuh kepada KPK untuk menjerat mereka sesuai dengan aturan yang berlaku," ujarnya.

Diketahui, KPK melakukan OTT terhadap delapan orang di PN Medan, Selasa (28/8/2018). Penangkapan itu dibenarkan langsung oleh Ketua KPK Agus Rahardjo. "Benar ada kegiatan tim penindakan KPK di Medan, setidaknya delapan orang diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.


Editor : Donald Karouw