Seekor Orang Utan Sumatera Ditranslokasi BBKSDA Bali ke Pusat Rehabilitasi Sibolangit

Stepanus Purba ยท Selasa, 17 Desember 2019 - 15:54 WIB
Seekor Orang Utan Sumatera Ditranslokasi BBKSDA Bali ke Pusat Rehabilitasi Sibolangit
Kandang berisi orang utan yang ditranslokasi ke cagar alam Sibolangit (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Seekor Orang Utan Sumatera (Pongo Abelii) ditranslokasi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Bali ke pusat rehabilitasi Orangutan Conservation Programme (SOCP) di Sibolangit, Sumatera Utara, Selasa (17/12/2019). Hewan primata ini merupakan hewan sitaan Airport Security Screening (AVSEC) Ngurah Rai saat akan diselundupkan ke Rusia.

Orang utan bernama Bonbon ini diterbangkan menggunakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air melalui Bandara Ngurah Rai Bali menuju Bandara Kualanamu dengan transit di Bandara Soekarno Hatta. Selama proses translokasi, orang utan dibawa dengan kandang yang terbuat dari gabungan logam dan kayu yang disertai dengan ventilasi.

Menurut Kasubbag Data Evlap dan Kehumasan BBKSDA Sumatera Utara, Andoko Hidayat, membenarkan adanya proses translokasi hewan langka ini. "Iya, nanti mau dibawa ke Batu Mbelin, Sibolangit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Selama proses translokasi, Bonbon adak didampingi petugas dari BBKSDA Bali serta dokter hewan.

Sebagai informasi, Bonbon disita dari seorang WNA Rusia bernama Zhestkov Andrei. Rencananya, dia akan menyelundupkan Bonbon beserta dua ekor tokek dan lima ekor kadal ke Vladivostok, Rusia, Jumat (22/3/2019) lalu.

Upaya penyelundupannya terdeteksi di pre screening X-Ray No 3 terminal keberangkatan Intenasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar. Orang utan jantan tersebut dimasukkan ke dalam karanjang rotan dan dimasukkan lagi dalam koper dan dalam kondisi tidur.

Dari pengakuan pelaku, orang utan didapat dari seorang teman berkebangsaan Rusia yang tinggal di Bali. Lebih lanjut orang utan tersebut didapat dari Jawa yang dibeli dengan harga 3000 USD.

Atas perbuatannya, Pengadilan Negeri Denpasar memvonis tersangka dengan hukuman selama satu tahun penjara dan denda Rp 100.000.000.

Sejak diserahkan ke Balai KSDA Bali, satwa dititiprawatkan sementara di Bali Safari and Marine Park, Kabupaten Gianyar untuk mendapatkan perawatan instensif. Di tempat tersebut, satwa dirawat tenaga perawat satwa yang ahli dan berpengalaman serta selalu dalam pengawasan tim medis.


Editor : Umaya Khusniah