Sempat Kejar-kejaran, 2 Penjambret Ponsel di Medan Tak Berkutik Ditembak Polisi

Stepanus Purba · Senin, 08 Juli 2019 - 17:09 WIB
Sempat Kejar-kejaran, 2 Penjambret Ponsel di Medan Tak Berkutik Ditembak Polisi
Kedua pelaku penjambretan saat gelar perkara di Mapolsek Medan Barat. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Aksi kejar-kejaran mewarnai penangkapan dua pelaku jambret yang kerap beroperasi di wilayah Medan, Sumatera Utara. Polisi terpaksa melepaskan tembakan untuk melumpuhkan kedua penjambet yang melarikan diri saat hendak ditangkap hingga tak berkutik.

Informasi yang dirangkum iNews.id, pengejaran ini berlangsung di ruas Jalan Sei Deli, Kota Medan. Identitas penjambret yang diamankan yakni M Fiqri Munzir (34) warga Jalan Bakti Luhur, Medan Helvetia dan Bagas Rakasiwi Surbakti (23) warga Jalan Cengal, Medan.

Keduanya merintih kesakitan setelah timah panas bersarang di kaki kanan masing-masing pelaku. Dalam keadaan tak berdaya, mereka dibawa ke rumah sakit untuk selanjutnya menjalani proses hukum.

Kanit Reskrim Polsek Medan Barat Iptu Herison Manulang mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan Fairuz Zahirah Siregar (19), seorang warga yang menjadi korban penjambretan, Jumat (5/7/2019). Ketika itu, korban sedang melintas di Jalan Adam Malik, Medan, dan menaruh ponsel di bagian dashboard motornya.

“Modus pelaku dengan memepet korban dan merampas HP yang diletakan di dashboard sepeda motornya," kata Iptu Herison Manulang, Senin (8/7/2019).

Korban yang sadar telah dijambret sontak berteriak meminta tolong hingga mengundang perhatian warga. Mereka selanjutnya membantu melakukan pengejaran hingga ke Jalan Sei Deli.

Saat terjadi aksi kejar-kejaran, petugas yang mendapat laporan dari warga kemudian ikut memburu pelaku.

"Saat pengejaran, petugas memberikan tindakan tegas dan terukur karena kedua pelaku berusaha kabur walau sudah diberikan peringatan," katanya.

Setelah ditangkap, pelaku beserta barang bukti hasil penjambretan diamankan polisi ke Mapolsek Medan Barat. Kasus tersebut kini dalam pengembangan petugas.


Editor : Donald Karouw