Serang Warga dan Lempari Masjid, Anggota Geng Motor di Deliserdang Tewas Diamuk Massa

Yudha Bahar ยท Kamis, 14 Mei 2020 - 17:55 WIB
Serang Warga dan Lempari Masjid, Anggota Geng Motor di Deliserdang Tewas Diamuk Massa
Ilustrasi korban tewas. (foto: Istimewa)

DELISERDANG, iNews.id - Segerembolan anggota geng motor menyerang warga dan melempari Masjid Istiqomah di Jalan Veteran, Pasar VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang, Kamis (14/3/2020) pukul 03.00 WIB. Warga yang emosi menangkap seorang di antara mereka dan menganiayanya hingga tewas.

Informasi diperoleh, peristiwa ini bermula saat ada beberapa remaja masjid yang sedang berkumpul tidak jauh dari lokasi kejadian. Mereka kemudian didatangi geng motor tersebut. Tiba-tiba terjadi tawuran di lokasi. Para remaja ini kemudian menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam masjid.

Komplotan geng motor terus melakukan penyerangan dengan melempari masjid tersebut. Sementara remaja masjid yang ada di dalam meminta pertolongan warga dengan menggunakan pengeras suara. Mereka menyampaikan jika masjid telah dilempari. Mendengar informasi itu, warga langsung keluar dari rumah dan mengejar gerombolan geng motor.

Salah satu anggota geng motor jatuh saat coba melarikan diri. Warga kemudian menangkap dan menganiayanya. Korban yang diperkirakan berusia 25 tahun luka berat diamuk massa. Suasana semakin heboh setelah Polsek Medan Labuhan turun ke lokasi. Anggota geng motor yang terkapar kemudian dilarikan ke RSU Sinar Husni. Setelah beberapa jam menjalani perawatan, korban akhirnya tewas.

"Selama ini warga sudah kesal dengan ulah mereka (geng motor). Mereka sudah sering mereka buat ulah. Makanya yang ditangkap itu langsung dipukuli warga," ujar Rudi warga sekitar.

Identitas anggota geng motor yang tewas belum diketahui. Ciri-cirinya, dia mengenakan celana panjang biru dongker dan kaus hitam. Tinggi diperkirakan 165 cm, berat badan 55 kg dan kulit sawo matang. Saat ini jenazah telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan.

Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edy Safari yang coba dikonfirmasi atas aksi tawuran tersebut belum dapat dihubungi.


Editor : Donald Karouw