Silaturahmi dengan Tokoh Lintas Agama di Medan, Ma'ruf Mengaku Bahagia

Antara ยท Sabtu, 09 Maret 2019 - 20:35 WIB
Silaturahmi dengan Tokoh Lintas Agama di Medan, Ma'ruf Mengaku Bahagia
Cawapres Ma'ruf Amin berorasi saat deklarasi dan pelantikan Jokma Sumut di Medan, Sumut, Sabtu (9/3/2019).Ma'ruf melanjutkan kunjungannya bersilaturahmi dengan tokoh lintas agama di Pesantren Al-Kautsar.(ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

MEDAN, iNews.id – Calon Wakil Presiden (Cawapres) RI KH Ma’ruf Amin bersilaturahmi dengan berbagai tokoh lintas agama di Pesantren Al Kautsar yang diasuh Syekh Ali Marbun, di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu petang (9/3/2019).

Ma’ruf Amin menyampaikan, dirinya sangat mengapresiasi karena bisa berkunjung ke pesantren itu. Apalagi, acara dihadiri berbagai tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Sumut. “Saya berbahagia bisa bersilaturahim ke pesantren dan dihadiri tokoh lintas agama. Ini pertemuan yang full color,” kata Ma’ruf Amin.

Dalam pertemuan tersebut, Ma’ruf memeroleh cenderamata ulos. Ma’ruf mengaku sangat senang karena sudah beberapa kali menerima ulos. “Saya sudah beberapa kali dapat ulos, berarti saya sah jadi warga Batak. Semoga dukungan warga Sumut kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin terus tergalang dengan baik,” katanya.

Ma’ruf menitipkan harapan kepada seluruh tokoh lintas agama dan masyarakat Sumut agar senantiasa menjaga keutuhan bangsa. Perbedaan agama, suku, dan pilihan politik, jangan dijadikan sebagai ajang perpecahan. Namun, jadikan perbedaan tersebut sebagai alat pemersatu sehingga bangsa ini ke depannya semakin jaya dan maju.

“Yang lebih penting lagi kemajuan-kemajuan yang dicapai itu bisa membuat bangsa ini mampu bersaing dengan negara-negara besar lainnya di dunia. Nah, itu semua bisa diwujudkan kalau kita semua bersatu dan menghilangkan semua ego,” katanya lagi.

Negara ini, lanjut dia, direbut dengan darah dan air mata para pejuang dari penjajah. Para pendahulu menjadikan Indonesia sebagai bangsa berdaulat yang disatukan oleh Pancasila dan UUD 1945.

“Itu artinya NKRI harga mati. Kita harus mempertahankan keutuhan bangsa ini. Jangan mudah dipancing oleh orang-orang tidak bertanggung jawab yang selalu menyebarkan berita bohong,” katanya.

Sekarang ini, kata Ma’ruf, banyak berita bohong yang disebarkan oleh pembohong-pembohong. Tujuannya ingin menjatuhkan wibawa pemerintah, terlebih lagi dengan semakin dekatnya Pemilu 2019.

“Tapi saya percaya orang Sumut sudah lebih pintar yang tidak akan mudah percaya begitu saja dengan kebohongan-kebohongan yang mereka sebarkan. Lihatlah berbagai kemajuan yang sudah dicapai dalam beberapa tahun ini. Infrastruktur sudah dibangun di mana-mana. Itu kok nggak dianggap oleh mereka,” katanya.

Dalam kesempatan itu hadir sejumlah tokoh lintas agama seperti Uskup Agung Pius Batubara, Pastor Silaen, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Mujianto, serta tokoh Sumut RE Nainggolan.

Tokoh Sumut RE Nainggolan mengatakan, Ponpes Al-Kautsar dikenal sebagai simbol keberagaman di Sumut. “Syekh Marbun pengasuh Ponpes Al-Kautsar kami sebut Gus Dur-nya Sumut. Setiap ada acara hari raya, kami selalu mengingat tempat ini,” ujar RE Nainggolan.

Dia mengapresiasi kehadiran Ma’ruf di sana. Menurutnya sosok Ma'ruf akan selalu ada di hati masyarakat.


Editor : Maria Christina