Soal Pasien Didiagnosis Covid-19 untuk Keuntungan Finansial, Ini Kata Gugus Tugas

Stepanus Purba ยท Selasa, 28 Juli 2020 - 10:54 WIB
Soal Pasien Didiagnosis Covid-19 untuk Keuntungan Finansial, Ini Kata Gugus Tugas
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumut Whiko Irwan. (Foto: Humas Pemprov Sumut)

MEDAN, iNews.id - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) memastikan Rumah Sakit (RS) Rujukan Covid-19 tidak membuat diagnosis pasien menjadi positif Covid-19 demi keuntungan finansial. Penentuan pasien konfirmasi positif diawasi tim Penanggulangan Penyakit Infeksi Emarging (PPIE) dengan kriteria-kriteria tertentu.

"Tidak benar rumah sakit rujukan Covid-19 membuat diagnosis pasien menjadi positif untuk mendapat keuntungan finansial. Rumah sakit memiliki DPJP yang menentukan pasien Covid-19 atau non dengan pengawasan dari tim PPIE,” ujar Juru bicara GTPP Covid-19 Sumut Whiko Irwan saat live streaming, Senin (27/7/2020).

Dia memastikan, dalam menentukan pasien positif atau negatif, dokter penanggung jawab pasien (DPJP) berpedoman pada SK Menkes RI Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dan Revisi V Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease.
 
Kriteria-kriteria pasien positif Covid-19 sesuai dengan pedoman SK Menteri Kesehatan tersebut antara lain gejala klinis seperti demam, batuk dan sesak napas. Kemudian ada juga data penunjang radiologi dengan gambaran paru-paru terinfeksi virus. Adanya gambaran infeksi virus di darah melalui pengecekan darah di laboratorium pemeriksaan swab RT-PCR dengan hasil positif.

Whiko juga menjelaskan berdasarkan SK Menkes dimaksud, dalam menangani pasien yang terpapar Covid-19 seperti kasus kontak erat, suspek, probable dan konfirmasi positif harus diisolasi dan dipisahkan dari yang tidak terpapar. Orang-orang dengan kasus probable dan konfirmasi dengan symptomatic (gejala) harus dirawat di RS. Sementara kasus suspek, probable dan konfirmasi yang meninggal dunia wajib dilaksanakan protokol pemulasaran jenazah Covid-19.
 
“Covid-19 bisa menginfeksi siapa saja. Penderita penyakit kronis juga bisa terinfeksi virus corona. Untuk itu pasien tersebut akan diperlakukan sebagaimana penanganan Covid-19. Mengapa Rumah Sakit memperlakukan penderita suspek corona sama dengan penderita positif Covid-19, hal ini untuk mencegah penularan yang meluas dan sesuai dengan protokol,” katanya.


Editor : Donald Karouw