Terimbas Corona, Lapas Tanjung Gusta Medan Bebaskan 143 Napi

Stepanus Purba ยท Kamis, 02 April 2020 - 14:56 WIB
Terimbas Corona, Lapas Tanjung Gusta Medan Bebaskan 143 Napi
Napi Lapas Tanjung Gusta Medan yang mendapat asimiliasi dan dipercepat pembebasannya. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IA Tanjung Gusta Medan membebaskan 143 narapidana (napi). Pembebasan berdasarkan surat edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Nomor PAS-497.PK.01.04.04 Tahun 2020 yang mengatur tentang pembebasan narapidana melalui asimilasi dan integrasi guna mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). 

Kepala Lapas Klas IA Tanjung Gusta Medan Frans Elias Nico mengatakan, pembebasan 143 napi dilakukan secara bertahap.

"Untuk hari ini, 43 orang kami bebaskan ditambah lima yang masuk dalam pembebasan bersyarat. Jadi hari ini asimilasi 43 ditambah lima program PB jadi totalnya 48 orang," kata Frans kepada wartawan, Kamis (2/4/2020).

Dia menjelaskan, pembebasan narapidana terkait surat edaran asimilasi dari Ditjen PAS bukan hanya terkait dengan pencegahan virus corona. Tetapi juga over kapasitas yang menjadi salah satu alasan pembebasan napi.

"Salah satu solusi program pemerintah untuk mengurangi dampak tersebut dan over kapasitas dilakukan program pembebasan bersyarat dan asimilasi percepatan," katanya.

Menurutnya, napi yang dibebaskan telah menjalani dua per tiga masa hukuman.

"Rata-rata napi yang dibebaskan merupakan warga binaan kasus pidana umum," ucapnya. 

Sebelumnya, Sebanyak 4.730 orang narapidana dan anak di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dibebaskan melalui usulan asimilasi dan hak integrasi terkait pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19. Jumlah ini menjadi yang paling banyak diusulkan dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia.

Berdasarkan sistem basis data Pemasyarakatan 29 Maret 2020 dari Ditjen PAS Kementerian Hukum dan HAM, setelah Sumut, narapidana atau anak yang diusulkan asimilasi dan hak integrasi terbanyak berasal dari Provinsi Jawa Timur sebanyak 4.347 orang. Sementara terbanyak ketiga dari Provinsi Jawa Barat dengan jumlah 4.014 orang.


Editor : Donald Karouw