Terlibat Peredaran Sabu, Anggota DPRD Fraksi NasDem Ditangkap BNN

Antara ยท Senin, 20 Agustus 2018 - 12:29 WIB
Terlibat Peredaran Sabu, Anggota DPRD Fraksi NasDem Ditangkap BNN
Ilustrasi. (Foto: dok.okezone).

LANGKAT, iNews.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan tujuh warga Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut). Mereka ditangkap atas dugaan terlibat dalam peredaran narkoba jenis sabu di pesisir pantai timur daerah tersebut.

Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Pangkalan Susu AKP Slamet Riyadi membenarkan kejadian tersebut. Tujuh warga Pangkalan Susu itu ditangkap pada, Minggu (19/8/2018) sekira pukul 16.50 WIB. “BNN Pusat menangkap tujuh orang laki-laki dari boat penumpang di Jalan Pelabuhan Lingkungan X Kelurahan Beras Basah. Mereka diketahui berangkat dari dermaga Desa Pulau Kampai, Kecamatan Pangkalan Susu,” kata Slamet, Senin (20/8/2018).

Dia menjelaskan warga yang ditangkap oleh BNN Pusat itu terdiri atas IH (45) anggota DPRD Langkat, warga Dusun II Bakti Desa Paya Tampak, US (43) Kepala Dusun Dusun II Desa Paya Tampak, HEN (45) Kepala Kantor Pos Pangkalan Susu, warga Lorong Abdi DesaSei Siur.

Selain itu, juga turut diamankan HAM (47) berprofesi sebagai sopir warga Desa Paya Tampak, YAN (40) bekerja sebagai wiraswasta warga Desa Pintu Air, IBR (45) wiraswasta warga Desa Paya Tampakdan IAN (40) juga wiraswasta warga Desa Pintu Air semaunya di Kecamatan Pangkalan Susu.

Menurutnya, para pelaku ditangkap setelah BNN Pusat melakukan pengembangan dari hasil pengungkapan kasus narkoba jenis sabu seberat 150 kilogram di Perairan Sei lepan di wilayah hukum Polsek Pangkalan Brandan.

Ketua Partai NasDem Langkat Ismail Acai menjelaskan, dirinya sudah menerima informasi tentang penangkapan tersebut. Dia menegaskan jika oknum anggota DPRD itu terbukti bersalah, Partai NasDem akan memberikan tindakan sesuai aturan yang berlaku.

 "Masih dalam informasi kepastiannya ini masih terus saya hubungi. Namun, handphone yang bersangkutan, maksudnya (IH), belum bisa menyambung. Kalau benar itu kader akan dilakukan tindakan tegas" ujarnya.


Editor : Muhammad Saiful Hadi