Sengketa Tanah, Oknum Kepala Desa di Nias Barat Aniaya Warga

Stepanus Purba ยท Senin, 27 Juli 2020 - 11:36 WIB
Sengketa Tanah, Oknum Kepala Desa di Nias Barat Aniaya Warga
Korban saat mendapatkan perawatan usai dianiaya oleh Kepala Desa Fadoro dan dua orang rekannya, Sabtu (25/7/2020). (Foto: istimewa)

NIASBARAT, iNews.id - Seorang warga yang bernama Hasan Hia (31) dianiaya oleh Kepala Desa Fadoro, Kecamatan Sirombu, Nias Barat berinisial FFH bersama dengan dua orang rekannya karena sengketa. Akibat penganiyaan tersebut, Hasan lebam di bagian mata dan kepala serta luka di bagian tangan dan kaki.

Dari informasi yang dihimpun, penganiayaan bermula saat korban memantau pembangunan toko perabot milknya, Sabtu (25/7/2020) sekitar pukul 11.00 WIB. Tak lama berselang, seorang warga berinisial IPH yang merupakan adik dari FFH datang dan memarahi para pekerja karena mengklaim tanah tersebut miliknya.

Korban yang berada di lokasi kemudian mendatangi IPH dan mengajak permasalahan tersebut untuk dibicarakan secara kekeluargaan. Untuk itu, korban meminta IPH memanggil abangnya FFH yang juga Kepala Desa Fadoro.

"Setiba di lokasi, FFH malah ikut emosi dan ikut marah-marah kepada korban. Mereka mengklaim lahan tersebut merupakan miliknya. Padahal tanah tersebut merupakan warisan dari kakek saya," kata Hasan, Minggu (27/7/2020).

Korban kemudian mengajak keduanya membicarakan hal tersebut secara baik-baik. Namun nahas, korban malah dianiaya oleh FFH bersama dengan dua orang rekannya.

"Saya menjawabnya baik, kemudian kepala desa itu langsung menumbuk mata saya sebelah kanan, kemudian beberapa rekannya lainnya yang sudah berjaga-jaga langsung mengeroyok saya," katanya.

Korban yang tidak diterima mendapatkan penganiayaan, kemudian membuat laporan ke Polsek Sirombu. Namun saat membuat laporan, korban mendapatkan kabar rumah kakaknya hendak dibakar oleh orang tak dikenal. Beruntung, api tersebut berhasil dipadamkan oleh warga.

"Ketika saya sedang membuat laporan di Polsek Sirombu kakak kandung saya menjenguk ke Polsek. Kemudian rumah kakak saya dibakar oleh OTK dan api tersebut sempat dipadamkan oleh warga dan personel Polsek Sirombu yang hendak melakukan olah TKP," ucapnya.

Korban menduga bahwa dalam rangkaian kejadian penganiayaan dan pembakaran rumah tersebut merupakan satu rangkaian. Dia menduga, kejadian ini masih akan berlanjut dan membahayakan nyawanya.

"Kami berharap agar penegak hukum untuk segera menangkap para pelaku agar kami merasa tenang dari ancaman lainnya," ucapnya.

Sementara Kapolsek Sirombu Ipda Osiduhugo Daeli membenarkan telah menerima laporan korban terkait penganiayaan tersebut.

"Benar, kita telah terima laporan korban dan selanjutnya telah kita olah TKP sorenya," kata Osiduhugo, Senin (27/7/2020).

Kapolsek Sirombu mengatakan, polisi masih menyelidiki penganiayaan hingga percobaan pembakaran rumah kakak korban.
entara masih dalam proses penyelidikan.

"Perkembangan penyelidikan akan kami sampaikan. Intinya kami sedang lakukan proses hukum," ucapnya.


Editor : Stepanus Purba