Terprovokasi Isu Corona, Warga Langkat Usir Kapal Asing di Perairan Pangkalan Susu

Donald Karouw ยท Senin, 04 Mei 2020 - 13:41 WIB
Terprovokasi Isu Corona, Warga Langkat Usir Kapal Asing di Perairan Pangkalan Susu
Ilustrasi kapal. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Warga mengusir kapal asing berbendera Hongkong di perairan dekat Desa Pulau Sembilan, Kecamatan Pangkatan Susu, Kabupaten langkat, Sumatera Utara, Minggu (3/4/2020). Mereka menduga kapal asing penangkap ikan tersebut membawa wabah virus di tengah kondisi pandemi corona saat ini.

Setelah dialog yang difasilitasi pemerintah setempat, kapal asing tersebut diberi izin untuk kembali melanjutkan pelayaran. Namun mereka memilih untuk kembali ke negara asal dengan alasan keamanan.

Kejadian ini bermula saat kapal pengangkut ikan FV Cheung Kam Wing /Cheung Lai Chun GT 383 akan mengambil ikan dari keramba milik CV Sumber Bahari pasifik milik Maskur pada Minggu (3/5/2020) pukul 8.00 WIB.

Kapal yang membawa enam ABK ini sudah memiliki izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) No: 3646/DJPB/PB.510/IV/2020 tanggal 15 April 2020. Selain itu telah dikeluarkan Surat Karantina oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Medan/ Pelabuhan Laut Pangkalan Susu tanggal 2 Mei 2020.

Mereka kemudian dihalau warga hingga akhirnya dilaksanakan pertemuan di Kantor Desa Pulau Sembilan yang dihadiri KSOP Kesyahbandaran Pangkalan Susu Gamal Sembiring, Camat Fahrizal Azmi, Kepala Puskesmas Pangkalan Susu Herlina Br Hutapea, Kabid Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Langkat Agung Sugiarta, Kapolsek AKP Ilham dan Wakapolsek Pangkalan  Susu IPTU Agus Isprianto beserta Babinsa, para tokoh masyarakat dan nelayan setempat.

KSOP Kesyahbandaran Pangkalan Susu Gamal Sembiring mengatakan, kapal asing ini memenuhi prosedur untuk mengangkut ikan dan telah menjalani masa karantina selama 14 Hari serta melengkapi administrasi keimigrasian.

“Para ABK juga telah dicek fisik dan kesehatan dalam upaya pencegahan Covid-19 dengan hasil negatif terpapar,” ujarnya, Minggu (3/5/2020).

Kabid Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Langkat Agung Sugiarta menambahkan, budidaya keramba ikan kerapuh membantu devisa bagi daerah dan Negara.

“Sebagai negara bahari, keamanan kapal asing yang telah memenuhi prosedur administrasi ekspor sudah memenuhi syarat dan agar diterima oleh masyarakat,” katanya

Namun ketika dialog ada sekelompok oknum warga yang memprovokasi massa jika kapal asing pengangkut ikan itu sudah masuk dan mau merapat sehingga masyarakat spontan berlari dan berkumpul ke dermaga. Mereka menghalau kapal yang ikan yang dipandu kapal Kesyahbandaran dengan mengunakan empat perahu. Sementara faktanya, kapal tersebut akan menuju alur sandar yang telah ditetapkan Syahbandar dan selanjutnya pergi ke tengah laut lepas.

Hasil keputusan dari KSOP Kesyahbandaran menyetujui untuk segera mengizinkan keberangkatan pelayaran Kapal FV  Cheung Kam Wing/ Cheung Lai Chun, namun kapten kapal menolak dan bersikeras untuk segera diizinkan kembali ke negara asal dengan alasan keamanan.

Penolakan kapal asing ini diduga lantaran ada provokasi oknum yang tidak bertanggung jawab kepada masyarakat dengan dihubungkan mereka membawa wabah virus corona.


Editor : Donald Karouw