Terungkap, 3 Mahasiswa asal Luar Kampung Jadi Provokator Demo Rusuh di Madina

Ahmad Husein Lubis ยท Selasa, 07 Juli 2020 - 17:01 WIB
Terungkap, 3 Mahasiswa asal Luar Kampung Jadi Provokator Demo Rusuh di Madina
Ketiga tersangka baru kasus demo rusuh di Desa Mompang Julu saat diamankan petugas.(Foto: iNews/Ahmad Husein Lubis)

MADINA, iNews.id - Polres Mandailing Natal (Madina) bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut kembali menangkap tiga provokator aksi demo anarkistis di Desa Mompang Julu terkait bantuan langsung tunai (BLT). Demo berujung rusuh yang disertai dengan pembakaran mobil dua mobil dan sebuah motor.

Hasil penyelidikan, terungkap fakta baru aksi tersebut ditunggangi sekelompok mahasiswa yang justru bukan warga Desa Mompang Julu. Ketiga provokator tersebut yakni berinisial AA, MF dan AI. Mereka diamankan polisi di lokasi persembunyiaan wilayah Desa Tor Banua Raja, Kecamatan Panyabungan Utara, Selasa (7/7/2020) pagi .

Ketiganya langsung ditetapkan sebagai tersangka untuk langsung menjalani pemeriksaan di Satuan Reskrim Polres Madina. Penangkapan ini hasil pengembangan dari keterangan tersangka lain yakni MG dan AW yang telah dahulu diamankan polisi.

Dari pengakuan tersangka AA, aksi demo menuntut kepala desa mundur itu sudah direncanakan dia bersama MG dan AW yang masih berstatus mahasiswa. Mereka melakukan rapat kecil dan merancang aksi hingga mengumpulkan massa untuk memblokade Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Mereka juga sempat mengancam Kepala Desa Mompang Julu Hendri Hasibuan agar menyerahkan 30 persen dari jumlah dana desa sebesar Rp900 juta lebih dengan tujuan agar demo penutupan jalinsum tak jadi dilaksanakan.

“Ironisnya para tersangka provokator ini mengaku bukan warga Desa Mompang Julu yang artinya mereka tak ada sangkut paut dengan dana desa, apalagi pembagian bantuan langsung tunai,” ujar Kasatreskrim Polres Madina AKP Azuar Anas.

Dengan penambahan tiga orang ini, total polisi telah menetapkan 20 tersangka dalam kasus demo anarkistis tersebut. Seluruh tersangka akan dibawa ke Mapolda Sumut untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dengan alasan keamanan dan mempercepat penyelidikan.


Editor : Donald Karouw