Terungkap Motif Penembakan Pendeta di Deliserdang, Pelaku Sakit Hati dengan Ucapan Korban
DELISERDANG, iNews.id - Polisi mengungkap motif pelaku penembakan terhadap pendeta GSJA yang terjadi di Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut). Pelaku, yaitu Zulkarnain S alias Zul Balok berusia 47 tahun.
Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Irsan Sinuhaji mengatakan, motif pelaku karena dendam kepada korban. Pelaku, kata dia sakit hati soal pengamanan Perumahan Viktory Land.
"Berawal pelaku merasa sakit hati dengan penolakan korban terhadap kutipan uang jaga malam dan kebersihan sebesar Rp 50.000 dari warga penghuni Perumahan Victory Land III yang terletak di Desa Jaharun B Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang," ujar Irsan dalam konferensi pers di Mapolresta Deliserdang, Sabtu (2/7/2022).
Dia menuturkan, ucapan korban yang menyebutkan tidak ada tanggung jawab penjaga perumahan membuat teringat terus dalam benak pelaku. Ucapan tersebut dinilai membuat pelaku geram dan emosi sehingga memberikan pelajaran terhadap korban.
"Pelaku merupakan warga Dusun I Desa Jaharun B Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang. Pelaku diamankan di salah satu bengkel cat mobil," tuturnya.
Dia menjelaskan, kejadian itu berawal pada Senin (27/6/2022) pukul 10.00 Wib, pelaku bertengkar dengan istrinya di rumah karena emosi dan menjadi teringat atas penolakan kutipan uang jaga malam dan kebersihan serta perkataan korban.
Lalu pelaku mengambil senapan angin yang digantung di ruang tamu dan membawanya ke kandang lembu. Pelaku kemudian meletakkan senapan angin dan peluru sebanyak tiga butir yang disimpan di dalam kantong plastik, di sela-sela pohon pisang dekat kandang lembu tersebut.
Pelaku lalu pulang kembali ke rumah untuk tidur siang. "Dihari yang sama pukul 20.00 Wib, pelaku menuju tempat penyimpanan senapan angin. Setelah mengisi peluru timah sebanyak satu buah ke dalam selongsong senapan angin dan sisanya dimasukkan ke dalam kantong celana," ucapnya.
Dia mengungkapkan, dari lokasi jaga malam berjalan melalui tanah kosong melewati kebun kelapa sawit dan berhenti di perbukitan. Pelaku merokok sebentar sebanyak dua batang sambil melihat situasi sekitar lokasi kejadian.
"Selanjutnya, pelaku mengokang senapan angin sebanyak satu kali, lalu membidik ke arah korban yang sedang duduk di teras rumahnya menghadap kebun kelapa sawit tempat pelaku berdiri. Sambil berdiri pelaku membidik pada bagian lengan tangan sebelah kanan korban dan menarik pelatuk senapan angin," katanya.
Menurutnya, tembakan pelaku mengenai badan korban lalu korban berteriak meringis kesakitan dan sambil memegang lengan sebelah kanannya serta dada sebelah kanan sembari memanggil istrinya. Setelah itu, pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian dan pulang ke rumah tidur.
Editor: Kurnia Illahi