Tragis, Pemuda di Batubara Tewas Dikeroyok Ayah dan Adik kandung

Sindonews, Fadly Pelka ยท Minggu, 24 Mei 2020 - 11:19 WIB
Tragis, Pemuda di Batubara Tewas Dikeroyok Ayah dan Adik kandung
Ilustrasi penganiayaan menyebabkan kematian. (foto: Okezone)

BATUBARA, iNews.id - Seorang pemuda warga Kelurahan Limapuluh Kota, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara tewas tragis di tangan ayah dan adik kandung. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat namun nyawanya tak tertolong.

Identitas korban diketahui bernama Yunus Nduru (20). Dia dikeroyok ayahnya berinisial YS (50) dan adiknya UC (16).

Keterangan Hafis (26) warga sekitar, awalnya terdengar pertengkaran dalam rumah korban pada Sabtu (23/5/2020) pukul 20.00 WIB. Ketika itu Yunus baru saja pulang.

"Kami dengar ribut-ribut, mereka sudah bertengkar makanya warga melerai. Saat itu kondisi Yunus sudah lemas dan dilarikan ke Puskesmas," katanya.

Sementara YS (50) dan putra bungsunya UC (16) diamankan polisi ke Mapolres Batubara untuk menjalani pemeriksaan. Kepada petugas, YS mengaku sudah kerap bertengar dengan anaknya tersebut.

Dia menyebut, Yunus sering membuat onar dan keributan dalam rumah. Puncaknya yakni Sabtu malam saat kejadian.

"Saya tanya ke Yunus soal uang yang hilang dalam rumah. Kami sering kehilangan uang, bahkan ayam yang akan dijual juga selalu hilang. Namun dia menyangkal, kami adu mulut dan saya marah," kata YS.

Dalam perkelahian antara ayah dan anak, si bungsu CS turut membantu melawan kakaknya. CS memiting leher Yunus, sedangkan YS memukuli korban.

“Saya menduga anak saya ini pencandu narkoba, uang dan ayam yang sehari-hari untuk dijual mencari nafkah hilang. Kalau ditanya dia selalu mengelak. Bukan baru ini kejadian, sering seperti itu,” ucap YS.

Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Bambang Gunanti membenarkan adanya kasus tersebut.

"Memang benar terjadi pertikaian dalam keluarga. Untuk sementara Ini bukan kasus pembunuhan, tetapi pertikaian dan pengeroyokan dalam keluarga sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujarnya.


Editor : Donald Karouw