Tuntut Penanganan Banjir Rob, Puluhan Warga Belawan Geruduk Kantor Gubernur Sumut

Stepanus Purba ยท Senin, 18 Oktober 2021 - 18:26:00 WIB
Tuntut Penanganan Banjir Rob, Puluhan Warga Belawan Geruduk Kantor Gubernur Sumut
Puluhan warga Belawan geruduk Kantor Gubernur Sumut menuntut penanganan banjir rob Kota Medan. (Foto: istimewa)

MEDAN, iNews.id - Puluhan warga Belawan, Kota Medan menggeruduk kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Senin (17/10/2021) siang. Puluhan warga tersebut menuntut Pemerintah Provinsi Sumut serius menangani banjir roba yang setiap minggu melanda kawasan Belawan. 

Ketua Forum Anak Belawan Bersatu (FABB) Khairil Caniago mengatakan banjir rob itu karena Belawan dikepung oleh bumper zone yang rusak. Dua kawasan huta mangrove yang rusak tersebut yakni Paluh Kurau dan Sungai Dua Sicanang yang telah dieksploitasi menjadi depo-depo container, perusahaan, pertambakan dan kebun sawit.

"Begitu juga di areal pantainya, sudah direklamasi. Drainase di kampung kami babak belur, setiap hujan kampung kami banjir, air laut pasang kampung kami banjir," kata Khairil. 

Khairil mengatakan saat ini kondisi yang dialami Belawan sudah sangat kontras terhadap sumbangan daerah tersebut ke Pemko Medan. Belawan saat ini menyumbang devisa melalui pelabuhan internasional, perekonomian, dan devisa. 

"Sementara itu Belawan saat ini menyandang kawasan kecamatan paling kumuh," kata Khairil. 

Khairil mengatakan saat ini Pemko Medan sudah membuat diesel enggineering design (DED). Namun demikian, pembangunan tersebut baru akan direalisasikan tahun 2022 mendatang. 

"Kalau itu dibangun tahun 2022, maka setiap minggunya masyarakat kami kena itu (banjir rob)," ucapnya. 

Mereka juga mendesak Gubernur Sumut Edy Rahmayadi segera turun ke Belawan menyelesaikan sejumlah masalah yang menjadi faktor utama terjadinya banjir rob. Massa menuntut Edy Rahmayadi untuk  menghentikan reklamasi, merestorasi hutan mangrove dan membangun drainase. 

"Tiga hal itu saja bisa dipenuhi kami sudah senang. Karena banjir rob ini bencana berkelanjutan bagi kami," ujar Khairil.

Khairil menambahkan bahwa pihaknya juga telah memiliki bukti otentik terkait alih fungsi hutan manggrove di Belawan. 

"Kita harap wali kota, pemprov Sumut, DPRD, bersama-sama bergerak dengan rakyat untuk segera menuntaskan itu semua," ucapnya.

Editor : Stepanus Purba

Bagikan Artikel: