Ungkap Motif Bunuh Suami, Istri Hakim PN Medan Menangis saat Reka Ulang Pembunuhan

Antara ยท Senin, 13 Januari 2020 - 19:14 WIB
Ungkap Motif Bunuh Suami, Istri Hakim PN Medan Menangis saat Reka Ulang Pembunuhan
Zuraidah Hanum, istri Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin yang menjadi otak pembunuhan. (Foto: iNews/Aminoer Rasyid)

MEDAN, iNews.id – Zuraidah Hanum, istri Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin tampak menangis saat reka ulang kasus pembunuhan, Senin (13/1/2020). Dia meneteskan air mata saat mengungkap penyebab tega membunuh suaminya.

"Suami saya terus-menerus berselingkuh dengan perempuan-perempuan lain. Dari pertama pernikahan, dia selalu mengkhianati saya. Saya lagi hamil pun dia bawa perempuan ke rumah. Saya sudah mengadu ke keluarganya dan kakak-kakak kandungnya, ke adik kandungnya tapi mereka tidak berdaya apa-apa," kata Zuraidah saat curhat kepada tersangka Jefri Pratama dalam reka ulang adegan rencana pembunuhan di salah satu kafe yang berlokasi di Jalan Gagak Hitam, Kota Medan.

BACA JUGA: Istri Hakim PN Medan Janjikan Rp100 Juta untuk Umrah bagi Eksekutor Pembunuh Suaminya

Lebih lanjut, Zuraidah mengaku telah meminta cerai, namun Jamaluddin menolak.

"Jangan coba-coba minta cerai dengan saya. Karena perceraian kedua saya akan malu karena saya seorang hakim, sementara dia menyakiti saya dengan perempuan-perempuannya," ucap Zuraida.

Direktur Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Andi Ryan mengatakan, rekonstruksi ini dimaksudkan untuk menguatkan fakta-fakta yang tertuang dalam BAP para tersangka.

BACA JUGA: Terungkap, Istri Hakim PN Medan Ternyata Berencana Menikah dengan Salah Satu Eksekutor

"Tersangka ZH tidak mau ikut ke pengadilan untuk bercerai karena nanti akan lebih malu. Lebih bagus matikan (bunuh) saja. Kalau tidak dia (korban) yang mati, saya yang mati,” kata Andi Ryan mengulang pernyataan Zuraidah dalam keterangan BAP.

Polda Sumut menyatakan kasus pembunuhan ini dilatarbelakangi masalah rumah tangga hingga membuat Zuraidah menyewa dua eksekutor untuk membunuh suaminya.

Dalam kasus pembunuhan hakim PN medan tersebut, polisi telah menetapkan tiga tersangka. Mereka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati.


Editor : Donald Karouw