Update Korban Banjir-Longsor di Sumut: 62 Warga Tewas dan 65 Orang Masih Hilang
MEDAN, iNews.id - Bencana alam yang melanda Sumatera Utara sejak 24 November semakin memburuk dan meninggalkan duka mendalam. Jumlah korban tewas bertambah seiring dengan ditemukannya sejumlah warga yang awalnya dilaporkan hilang akibat banjir dan longsor.
Dalam laporan terbaru Polda Sumut, tercatat 367 kejadian bencana tersebar di 20 wilayah. Sebanyak 222 orang terdampak langsung, ribuan lainnya mengungsi, sementara korban meninggal dunia mencapai 62 orang. Upaya pencarian juga terus dilakukan terhadap 65 warga yang masih dinyatakan hilang.
Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menegaskan bahwa seluruh kekuatan dikerahkan untuk merespons kondisi darurat.
“Kami menurunkan 1.754 personel dari berbagai fungsi untuk melakukan evakuasi, pencarian korban hilang, pembukaan akses jalan, serta distribusi bantuan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” ujarnya, Jumat (28/11/2025)
Kabupaten Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara dan Kota Medan menjadi wilayah dengan dampak paling parah. Polda Sumut melakukan pemetaan rinci sekaligus memperkuat penempatan personel di titik rawan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan efektif.
Berbagai langkah strategis dijalankan secara simultan, mulai dari operasi SAR, pembukaan jalan yang tertutup material longsor, hingga pendirian posko darurat dan dapur umum. Langkah-langkah ini terus ditingkatkan seiring intensitas hujan yang belum sepenuhnya menurun.
Kesulitan sinyal di wilayah terdampak diatasi dengan penggunaan jaringan internet berbasis Starlink yang disediakan Bid TIK Polda Sumut. Teknologi ini memastikan komunikasi antarposko, tim relawan dan petugas SAR tetap lancar, terutama di daerah yang akses komunikasinya sering terputus.
Selain itu, Bid Dokkes Polda Sumut fokus memberikan pelayanan kesehatan, termasuk pemeriksaan medis, penanganan luka dan dukungan trauma healing bagi korban selamat. Sementara itu, Ditlantas melakukan rekayasa lalu lintas dan menyiapkan jalur alternatif bagi kendaraan bantuan.
Distribusi logistik berlangsung intensif dengan penyaluran sembako, selimut dan kebutuhan dasar warga. Bantuan juga datang dari Bhayangkari Sumut dalam bentuk beras, air mineral, makanan instan hingga perlengkapan tidur.
Untuk mempercepat evakuasi di wilayah yang terisolasi, Polda Sumut mengajukan bantuan helikopter dan sarana pendukung ke Mabes Polri. Helikopter ini diperlukan untuk menjangkau daerah yang tidak dapat dilalui jalur darat akibat longsor dan luapan sungai.
Polda Sumut juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Mabes Polri untuk menyediakan lokasi pengungsian yang layak serta aman bagi warga terdampak. Operasi pencarian terhadap 65 warga hilang terus dilakukan dengan harapan mereka segera ditemukan.
Bencana besar yang melanda Sumatera Utara ini kembali menjadi ujian solidaritas dan kesiapsiagaan. Dedikasi aparat di lapangan menjadi harapan bagi masyarakat yang tengah berjuang menghadapi situasi sulit. Semoga cuaca ekstrem segera mereda dan proses pemulihan dapat berlangsung cepat demi keselamatan seluruh warga.
Editor: Donald Karouw