Viral Oknum Satlantas Polresta Deliserdang Aniaya Warga, Kapolda Sumut Minta Maaf

Stepanus Purba · Jumat, 15 Oktober 2021 - 16:20:00 WIB
Viral Oknum Satlantas Polresta Deliserdang Aniaya Warga, Kapolda Sumut Minta Maaf
Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak. (Foto: istimewa)

MEDAN, iNews.id - Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak meminta maaf atas kelakuan personel Satlantas Polresta Deliserdang yang menganiaya warga dan viral di media sosial. Oknum petugas bernama Aipda Gonsalves tersebut akan diberikan sanksi tegas atas perlakuan kepada warga tersebut. 

Panca mengatakan pihaknya akan menyiapkan sanksi kode etik dan displin kepada yang bersangkutan. Sebagai langkah awal, pihaknya akan menarik Aipda Gonsalves dari kesatuannya. 

"Saya menyampaikan permohonan maaf. Sanksi kode etik dan disiplin harus berjalan bagi yang bersangkutan," kata Panca, Jumat (15/10/2021).

Selain itu, pihaknya akan menerapkan hukum internal kepada Aipda Gonsalves. Pasalnya, tindakan yang dialakukan tersebut dinilai sudah mencoreng institusi Polri.

"Karena tindakannya tidak bagus untuk organisasi Polri," ucapnya. 

Panca mengatakan permasalahan antara oknum polisi dan warga tersebut tersebut sudah selesai. Kedua belah pihaknya sebelumnya sudah dipertemukan dan saling meminta maaf. 

"Kemarin kedua belah pihak sudah saling meminta maaf, saya anggap masalah itu sudah clear. Tapi, sanksi kode etik dan disiplin harus berjalan," ucapnya. 

Kasus pemukulan tersebut terjadi di Jalan Cemara, Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, pada Rabu (13/10/2021) pukul 11.00 WIB. Saat itu terjadi selisih paham antara oknum polantas dan seorang pengendara motor bernama Andi Gultom yang melanggar aturan berlalu lintas.

Akibat selisih paham tersebut, oknum polantas itu langsung memukuli korban. Aksi tersebut kemudian viral di media sosial.

"Walaupun pengendara motor itu salah, namun tidak dibenarkan anggota Polri melakukan tindak pemukulan," ucapnya.

Sebelumnya, Kapolresta Deliserdang juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada ibu dan keluarga dari korban pemukulan. 

Editor : Stepanus Purba

Bagikan Artikel: