Virus Korona Merebak, Pemprov Sumut Data Warga yang Ada di Wuhan China

Stepanus Purba · Senin, 27 Januari 2020 - 16:08 WIB
Virus Korona Merebak, Pemprov Sumut Data Warga yang Ada di Wuhan China
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (Foto: iNews.id/Stephanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) akan mendata jumlah warga mereka yang saat ini berada di Wuhan, China. Hal ini menyusul merebaknya virus korona dari kota tersebut.

Gubernur Edy Rahmayadi mengatakan, sampai saat ini belum diketahui angka pasti jumlah warga asal Sumut yang berada di Wuhan. Namun dia menduga, pasti ada warganya yang saat ini berada di daerah endemik virus mematikan tersebut.

"Pasti ada. Tapi orangnya datang kemari (Sumut) atau orang kita yang ke sana? Ini yang sedang dipelajari," ujar Edy kepada wartawan, Senin (27/1/2020).

BACA JUGA: Dinkes Pastikan Suspect Pneumonia akibat Virus Corona Belum Ditemukan di Sumut

Ketika ditanya adakah rencana mengevakuasi warga Sumut jika masih berada di Wuhan, Edy mengaku masih akan menunggu hasil pendataan.

"Ini yang sedang didata. Mereka tidak boleh keluar ke mana-mana karena ada wabah. Jika terjangkit, mereka harus diobati di sana. Nanti dibawa ke sini terus menjanggkit, makin repot semua," katanya.

Selain pendataan, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya mengecek secara internal soal penyebaran virus tersebut di wilayah Sumut. Namun hingga saat ini, Edy memastikan belum ada kasus virus berbahaya itu di wilayahnya.

"Sampai saat ini. Sampai tadi pagi, belum ada wabah korona yang masuk ke Sumatera Utara. Ini yang akan kami jaga ketat," ucapnya.

Menurutnya, langkah selanjutnya yang akan dilakukan Pemprov Sumut yakni dengan memperketat pengawasan terhadap orang-orang yang masuk dan akan bepergian ke luar negeri. Penumpang pesawat yang baru tiba dari negara-negara yang sudah terpapar virus tersebut akan diawasi ketat.

Selain mengimbau petugas memperketat pengawasan, Edy juga meminta masyarakat mewaspadai penyebaran virus ini. Setidaknya dengan menerapkan pola hidup sehat.

"Masyarakat juga diminta untuk tidak panik menanggapi masalah ini. Jangan gundah, emosional dan stres. Berikan kesempatan petugas untuk melakukannya," kata Edy.

Diketahui, Wuhan merupakan daerah pertama ditemukan kasus virus korona. Virus ini diketahui telah menyeberang ke berbagai negara dan sejumlah negara Asia. Otoritas setempat menyebut, sedikitnya 41 orang di China tewas akibat virus korona.

Saat ini, Pemerintah Chan mengisolasi Kota Wuhan untuk mencegah penyebaran virus. Banyak warga Indonesia, termasuk asal Sumut yang terjebak di salah kota terbesar di China tersebut.


Editor : Donald Karouw