Warga Korban Banjir di Mandailing Natal Harapkan Bantuan Pemerintah

Stepanus Purba ยท Rabu, 23 Oktober 2019 - 16:00 WIB
Warga Korban Banjir di Mandailing Natal Harapkan Bantuan Pemerintah
Suasana banjir yang melanda 8 desa di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Foto : iNews/Ahmad Husein Lubis)

MANDAILING NATAL, iNews.id - Banjir yang melanda delapan desa di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, belum juga surut hingga Rabu (23/10/2019). Akibatnya warga tidak dapat beraktivitas dan berharap bantuan datang dari pemerintah.

Seperti salah satu korban banjir, Siti Mour meengatakan warga sangat membutukan bantuan. "Banyak warga tidak sempat menyelamatkan harta bendanya saat banjir tiba dan kami berharap ada bantuan datang," katanya.

Siti menceritakan banjir sendiri mulai menggenangi rumah sekitar jam 19.00 WIB, dan dia tak sempat meyelamatkan barang-barangnya. "Inilah mau ngecek apa masih ada barang yang bisa diselamatkan," kata Siti.

Sebelumnya, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal, Harisah menyebutkan sedikitnya 500 rumah dari delapan desa di Kecamatan Siabu terendam banjir. Saat ini tim BPBD masih melakukan pendataan di lapangan untuk memastikan jumlah data valid atas musibah tersebut.

Harisah menambahkan, hingga Rabu siang, debit air di beberapa desa sudah mulai surut, namun di Desa Huraba genangan air masih terlihat menggenangi badan jalan lintas Sumatera dan sejumlah rumah penduduk.

"Sampai siang ini, di Desa Huraba debet air belum turun, tapi di desa lain sudah mulai surut," katanya.

Untuk meringankan korban banjir, BPBD juga telah menyiapkan posko kesehatan dan tenda pengungsian untuk warga yang terkena dampak banjir di lokasi bencana. Namun sebagian besar warga memilih tinggal di rumah masing-masing.

Dari data yang dihimpun setidaknya ada delapan desa di Kecamatan Siabu yang terkena dampak banjir yaitu, Desa Hutapuli, Bonandolok, Huraba Satu, Huraba Dua, Tanggabosi Satu, Tanggabosi Dua, Tanggabosi Tiga, dan Desa Muara Batang Angkola.


Editor : Umaya Khusniah