Warga Padanglawas Masih Kritis Diserang Harimau, BKSDA Siapkan Tim Pemburu

Abdul Rahman Hasibuan ยท Selasa, 28 Mei 2019 - 19:30 WIB
Warga Padanglawas Masih Kritis Diserang Harimau, BKSDA Siapkan Tim Pemburu
Faisal Hasibuan masih kritis di RSUD Sibuhuan, Padanglawasn, Sumut akibat diserang harimau. (Foto: iNews.id/Abdul Rahman Hasibuan)

PADANGLAWAS, iNews.id – Kondisi Faisal Hasibuan (40) warga Desa Pagaran Bira Jae, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara, yang diterkam harimau masih kritis.

Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Sibuhuan. Sejumlah kerabat terlihat bekerumun di luar ruangan menunggu perkembangan kondisi korban yang mengalami luka parah setelah dicabik-cabik hewan buas tersebut.

Kaka korban, Golomon Hasibuan mengatakan, pihak keluarga berencana memindahkan korban ke RSUD Rantau Parapat untuk menjalani scening dan perawatan. Dia berharap adiknya Faisal cepat sembuh.

Ya, rencananya mau dibawa ke RSUD Rantau Parapat karena peralatan di RSUD Sibuhuan ini kurang lengkap. Nanti di sana (RSUD Rantau Parapat) akan menjalani parawatan seperti scening,” katanya, Selasa (28/5/2019).

Faisal Hasibuan menderita luka robek parah di bagian dada kiri dan luka cakar di sejumlah bagian tubuh. Serangan harimau yang terjadi pada Minggu (26/5/2019) tersebut merupakan yang kedua. Serangan harimau pertama terjadi pada 16 Mei silam di Kecamatan Ulu Barumun. Korban atas nama Abu Sali Hasibuan yang meninggal akibat sejumlah luka hingga sejumlah anggota tubuh terpisah.

Merespons kejadian ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut bersama petugas gabungan menyiapkan tim pemburu untuk menangkap harimau sumatera. Selain itu juga meminta warga untuk menghindari konflik dengan hewan dilindungi tersebut.

“Pertama tentunya kami mengimbau masyarakat jika ladang perkebunan mereka merupakan habitat dari Harimau Sumatera. Ini yang selalu kami ingatkan agar warga meningkatkan kewaspadaan,” ujar Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi, Selasa (28/5/2019).

Dia mengungkapkan, Harimau Sumatera ini satwa yang dilindungi sehingga jika bertemu sebaiknya menghindar. Langkah selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke pihak terkait.

“Kami juga telah koordinasi dengan pemkab setempat jikan terjadi hal seperti ini. Keselamatan warga yang paling utama. Namun jangan membunuh harimau ini,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki