Warga Terpapar Merkuri, Edy Rahmayadi akan Tutup Tambang Emas Ilegal di Madina

Stepanus Purba ยท Kamis, 19 Desember 2019 - 17:35 WIB
Warga Terpapar Merkuri, Edy Rahmayadi akan Tutup Tambang Emas Ilegal di Madina
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. (Foto: iNews/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi secara tegas menyatakan akan menutup tambang emas liar yang ada di Kabupaten Mandaling Natal (Madina), Sumatera Utara. Keputusan itu diambil karena menurutnya tambang ilegal tersebut menggunakan zat kimia merkuri yang berbahaya.

Penggunaan merkuri yang berlebihan diduga menyebabkan warga sekitar lokasi tambang terpapar zat kimia tersebut. Hal itu diduga menjadi penyebab banyaknya fenomena kelahiran bayi cacat di kawasan tersebut selama beberapa waktu terakhir.

"Merkuri ini meracuni masyarakat dan disebabkan karena adanya tambang liar. Namanya tambang liar berarti itu adalah tambang ilegal. Kalau ilegal berarti menyalahi aturan dan harus kita tutup," ucap Edy Rahmayadi di Medan, Kamis (19/12/2019).

BACA JUGA: Video Bayi Lahir Tidak Sempurna di Mandailing Natal Diduga Terpapar Merkuri

Meski demikian, Edy mengatakan Pemprov Sumut akan mencari solusi untuk memberi pekerjaan kepada masyarakat bila tambang ilegal itu ditutup. Edy menjelaskan pemerintah daerah sedang mendata profesi apa saja yang tepat untuk masyarakat sekitar.

"Kalau ada yang mau bertani akan kami siapkan lahannya. Kalau ada yang mau beternak, kita siapkan ternak-ternaknya. Atau kalau ada yang mau kegiatan perikanan, kita siapkan tempat-tempat ikannya. Sehingga rakyat ini tidak dirugikan," ujar Edy.

BACA JUGA: Bayi Lahir Cacat Bertambah di Madina, Bupati: Terpapar Merkuri dari Tambang Emas Ilegal

Sebelumnya diketahui enam bayi terlahir dengan kelainan organ tubuh dalam dua tahun terakhir di Madina. Kejadian itu diduga akibat masyarakat sekitar tambang emas liar terpapar merkuri. Bahkan pada tanggal 18 November 2019 lalu dilaporkan ada bayi perempuan lahir dengan otak di luar tempurung kepala di kawasan tersebut.

Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menduga penggunaan merkuri berlebihan dalam kegiatan tambang liar menjadi penyebab fenomena itu. "Banyak tambang ilegal, tidak hanya satu tempat tapi banyak tempat. Kalau dulu di daerah pedalaman, sekarang di pinggir jalan-jalan mereka juga berani," kata Dahlan, Selasa (19/11/2019) lalu.


Editor : Rizal Bomantama