Wartawan dan Anggota LSM Ditemukan Tewas Penuh Luka Bacok di Parit Kawasan PT SAB Labuhanbatu

Dharma Setiawan, Fachrizal ยท Jumat, 01 November 2019 - 21:09 WIB
Wartawan dan Anggota LSM Ditemukan Tewas Penuh Luka Bacok di Parit Kawasan PT SAB Labuhanbatu
Jenazah kedua korban pembunuhan di Labuhanbatu diautopsi di Rumah Sakit Djasmen, Pematangsiantar. (Foto: iNews/Dharma Setiawan))

LABUHANBATU, iNews.id - Dua pria diduga anggota LSM dan wartawan mingguan ditemukan tewas penuh luka di dalam parit kawasan perusahaan PT SAB, Desa Wonosari, Panai Hilir, Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (1/11/2019).

Kedua korban diketahui bernama Maraden Sianipar, warga Rantauprapat; dan Martua Parasian Siregar, warga Wonosari, Panai Hilir, Labuhanbatu.

Jasad Maraden Sianipar pertama kali ditemukan di dalam parit oleh polisi yang terjun langsung mengolah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi kemudian memeriksa jasad korban dan ditemukan luka bacok akibat senjata tajam.

Sedangkan temannya, Martua Parasian Siregar ditemukan hanya berjarak 200 meter dari Maraden. Kondisi Martua juga sama mengalami luka bacok.

BACA JUGA: Pelajar Bawa Bom Molotov Diamankan Polisi saat Demo di DPRD Labuhanbatu

Kedua korban diduga dibunuh orang tak dikenal. Selama ini, kedua korban dikenal kritis menyoroti permasalahan sengketa areal lahan milik perkebunan PT SAB.

Diperoleh informasi, sebelum ditemukan tewas, kedua korban pergi menuju lokasi yang masih bersengketa dengan masyarakat sekitar, Selasa (29/10/2019) lalu.

Namun, kedua korban tidak pulang ke rumah hingga dinyataakan hilang dan jasadnya ditemukan keesokan harinya di sekitar areal perkebunan.

Kedua jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Djasmen Saragih, Pematang Siantar untuk diautopsi.

Kasatreskrim Polres Labuhanbatu, AKP Jama Purba mengatakan, kedua pria yang ditemukan di dalam parit perkebunan diduga korban pembunuhan.

“Saat ini, kami sedang memeriksa saksi-saksi. Kami belum mengetahui pasti penyebab tewasnya kedua korban,” katanya.

Dokter forensik RSU Djasmen Saragih Pematangsiantar, Reinhard Hutahean mengatakan, dari hasil otopsi ditemukan sejumlah luka bekas sabetan benda tajam di sekujur tubuh kedua korban.

"Kedua korban pola lukanya hampir sama yakni mengalami kekerasan senjata tajam," ujarnya.

Dia mengatakan, kedua korban diduga sempat melawan saat dibacok orang tak dikenal. "Dari luka di tangannya ada indikasi korban ini melakukan perlawanan," ucapnya.

Usai diautopsi kedua jasad korban langsung dibawa ke kampung halaman masing-masing. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan petugas Polres Labuhanbatu.


Editor : Kastolani Marzuki