Keberadaan Pukat Tarik dan Trawl Membuat Nelayan di Labuhan Batu Tersingkir

iNews ยท Senin, 27 Agustus 2018 - 17:11 WIB

LABUHAN BATU, iNews.id - Hampir sepekan ratusan nelayan tradisional di Kualuh Hilir, Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara (Sumut) yang menggantungkan hidupnya di Laut Leidong mengeluh berkurangnya hasil tangkapan ikan.

Kondisi itu terjadi semenjak maraknya keberadaan Kapal Pukat Tarik dan Pukat Trawal yang beroperasi di sekitar Laut Leidong. Kapal Nelayan pukat banyak yang beroperasi di perairan yang tidak jauh dari bibir pantai.

Akibatnya, para nelayan tradisional yang hanya menggunakan kapal kecil dengan jala biasa tak lagi bisa menangkap ikan dengan jumlah banyak. Mereka khawatir kondisi ini akan mematikan mata pencaharian mereka.

Kapal Nelayan Pukat membuat nelayan tradisional tersingkir karena memiliki daya tangkap besar. Selain memiliki daya tangkap yang besar jaring pukat juga berpotensi merusak ekosistem dan habitat laut.

Maraknya Kapal Nelayan Pukat yang beroperasi di Laut Leidong harus mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Mengingat pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan pernah melarang nelayan menggunakan jaring pukat untuk menangkap ikan.

Video Editor: Mu'arif Ramadhan

Editor : Dani Dahwilani

TAG : nelayan
Bagikan Artikel: