Dugaan masalah pada susu turut muncul setelah Siti Nurzanah (33), salah seorang wali siswa, mendapat informasi bahwa susu dalam paket MBG menggumpal. Namun, kondisi tersebut belum dipastikan sebagai penyebab para siswa mengalami gangguan kesehatan.
Siti mengetahui kejadian itu saat mengantar anak keduanya ke sekolah pukul 10.05 WIB. Dia melihat guru-guru panik dan sejumlah siswa muntah-muntah. Belakangan, dia mengetahui anak sulungnya juga termasuk siswa yang dibawa ke rumah sakit.
“Saya tahunya waktu saya antar anak saya yang nomor dua sekolah jam 10.05 WIB. Saya lihat guru kok panik. Terus saya lihat siswa lain ada yang muntah-muntah,” kata Siti.
Anak sulung Siti sempat mengalami mual berulang kali dan sakit perut. Setelah mendapatkan perawatan, kondisinya mulai membaik.
“Sekarang sudah mulai membaik anak saya. Mulanya dia terus mual, perutnya sakit. Bolak-balik mual itu,” ujarnya.
Dia mengaku belum mengetahui penyebab pasti kondisi anaknya. Ia hanya menerima informasi mengenai susu yang diduga bermasalah.
“Katanya dari susu. Susunya ada yang kurang bagus katanya. Basinya enggak tahu, cuma dia menggumpal. Gumpal-gumpalan kayak santan itu. Anak saya sudah minum, makanya saya panik tadi,” katanya.
Selain itu, dia meminta SPPG memastikan seluruh proses penyediaan makanan dalam program MBG berjalan sesuai prosedur operasional standar (SOP). Hasil pemeriksaan dan uji laboratorium diharapkan dapat menjelaskan penyebab kejadian yang menyebabkan 17 siswa tersebut harus mendapat perawatan medis.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait