“Kejadiannya saat jam istirahat. Shift tiga belum masuk, jadi aktivitas produksi belum berjalan,” katanya.
Selain itu ada saksi yang melihat para pekerja berhamburan menyelamatkan diri dengan berlari keluar pabrik saat terjadi kebakaran.
3. Aroma Karet Terbakar hingga Ledakan Berulang
Kebakaran cepat meluas karena banyak material berbahan karet yang mudah terbakar. Petugas di lapangan juga melaporkan aroma karet terbakar tercium hingga area jalan raya sekitar lokasi. Kondisi ini membuat pemadaman lebih sulit karena api cepat menyambar dan sulit dijinakkan.
Selain itu, warga sekitar mengaku mendengar ledakan berkali-kali dari dalam area pabrik. Saksi mata Marsya menuturkan suara ledakan terdengar keras dan membuat warga berhamburan mencari tempat aman.
"Kami dengar ledakan ternyata ada kebakaran. Sampai saat ini sudah ada tujuh kali ledakan keras banget dari pabrik," ujarnya, Selasa (27/1/2026) malam.
Marsya juga menyebut titik kebakaran berada di area gudang.
"Ini yang terbakar pabrik Swallow, pabrik ban. Lokasi yang terbakar di bagian gudang," katanya.
4. Damkar, Brimob dan Warga Berjibaku Padamkan Api
Puluhan armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan dikerahkan agar api tidak merembet ke permukiman. Brimob Polda Sumut juga ikut membantu dengan mengerahkan Armoured Water Cannon (AWC) serta menerjunkan 20 personel untuk pengamanan dan pengendalian kerumunan warga.
Komandan Satuan Brimob Polda Sumut Kombes Pol Rantau Isnur Eka menegaskan pengerahan AWC dan personel merupakan respons cepat dalam kondisi darurat.
“Ini merupakan wujud kesiapan Satuan Brimob Polda Sumut manakala dibutuhkan secara cepat dan mendadak, baik dalam pengamanan maupun penanganan situasi darurat demi keselamatan masyarakat dan stabilitas kamtibmas,” katanya, Rabu (28/1/2026).
Informasi di lapangan menyebut pemadaman tidak berlangsung singkat. Pendinginan dilaporkan masih dilakukan hingga dini hari, sementara kobaran api juga disebut masih terlihat di beberapa titik pada Rabu (28/1/2026) pagi.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait