KARO, iNews.id - Posko darurat didirikan di sejumlah titik di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pascaerupsi Gunung Sinabung yang menyemburkan abu vulkanik hingga ketinggian 3.500 meter pada Senin (31/8/2026) pagi. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi warga jika terjadi erupsi susulan.
Sebanyak 767 personel gabungan dari TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Karo, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara disiagakan untuk membantu penanganan bencana Gunung Sinabung.
Hujan abu vulkanik pascaerupsi berdampak di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Berastagi, Naman Teran, Simpang Empat, dan Merdeka.
Untuk mengantisipasi kondisi darurat, petugas gabungan telah mendirikan tenda dan posko di beberapa lokasi. Posko tersebut disiapkan sebagai titik pendukung apabila sewaktu-waktu diperlukan evakuasi warga dalam jumlah besar.
Dansatgas Tanggap Darurat Sinabung, Letkol Inf Robert Panjaitan mengatakan, seluruh personel gabungan disiapkan untuk membantu penanganan dampak erupsi dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya erupsi susulan.
"Kami dengan Polres sudah membuat posko, yang TNI ada di Koramil, Polres ada di Polsek. Kemudian untuk posko utamanya kita tetap berkoordinasi untuk di wilayah-wilayah," ujar Letkol Inf Robert Panjaitan.
Kesiapsiagaan ditingkatkan setelah status Gunung Sinabung dinaikkan menjadi Level III atau Siaga. Perubahan status tersebut juga diikuti perluasan zona yang harus diwaspadai masyarakat.
Dalam rekomendasi terbaru, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung. Sementara itu, untuk sektor tenggara dan timur, radius yang harus dihindari mencapai 6 kilometer.
Sebelumnya, Gunung Sinabung berada pada Level II atau Waspada dengan rekomendasi radius bahaya 4,5 kilometer pada sektor tenggara dan timur.
Petugas mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena aktivitas Gunung Sinabung masih tinggi. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari paparan abu vulkanik.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait