DELISERDANG, iNews.id – Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mulai melumpuhkan operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deliserdang. Status Gunung Sinabung yang melonjak dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) sejak Selasa (1/9/2026) memicu sebaran abu vulkanik pekat di ruang udara penerbangan.
Dampak dari paparan abu vulkanik tersebut memaksa sejumlah maskapai penerbangan melakukan penyesuaian jadwal, penundaan (delay), hingga pembatalan rute domestik maupun internasional.
Berdasarkan data sementara hingga Selasa (1/9/2026), akumulasi penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu yang resmi dibatalkan sejak Senin (31/8/2026) telah menyentuh angka 51 penerbangan. Angka ini diprediksi masih sangat dinamis mengikuti pergerakan sebaran abu vulkanik dan arah angin.
Guna menjamin keselamatan seluruh penumpang, AirNav Indonesia menerbitkan Notifikasi kepada Pelaut dan Penerbang (NOTAM) nomor A3250/26. Melalui notifikasi tersebut, kawasan aerodrome Bandara Internasional Kualanamu ditutup sementara pada Selasa (1/9/2026) mulai pukul 10.50 WIB hingga 12.45 WIB, dan kemudian diperpanjang hingga pukul 14.45 WIB.
"Keselamatan pengguna jasa dan seluruh aktivitas penerbangan menjadi prioritas utama kami di tengah kondisi saat ini. Kami bersama seluruh stakeholder terkait terus berkoordinasi dan memantau perkembangan di lapangan secara intensif," kata Plt Director of Operation & Services PT Angkasa Pura Aviasi Bandara Internasional Kualanamu, Dedy Sri Cahyono, Selasa (1/9/2026).
Penumpang Pasrah Penerbangan Dibatalkan
Penutupan operasional dan pembatalan mendadak ini membuat ribuan calon penumpang di area terminal Bandara Kualanamu tertahan. Banyak di antaranya yang terpaksa membatalkan atau menjadwal ulang (reschedule) penerbangan mereka ke kota tujuan.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait