Deretan PO Bus tertua di Indonesia (Foto: Tangkapan Layar)
Tangguh Yudha

JAKARTA, iNews.id - Indonesia sendiri memiliki banyak perusahaan otobus (PO). Bahkan beberapa di antaranya sudah berumur puluhan tahun dari Pulau Sumatera.

Menariknya, beberapa PO bus tua tersebut masih beroperasi hingga sekarang. Penasaran PO bus apa saja yang masih bertahan dan eksis sampai saat ini. 

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 8 PO bus tertua di Indonesia bertahan sampai sekarang. 

1. Rosalia Indah

Masyarakat Indonesia khususnya di Pulau Jawa tidak asing dengan Rosalia Indah. Rosalia Indah merupakan salah satu perusahaan jasa transportasi darat dengan armada bus yang berkantor pusat di Palur, Jawa Tengah. 

Rosalia Indah didirikan pasangan suami-istri Yustinus Suroso dengan Yustina Rahayu Suroso tepatnya pada 1983. Semula Rosalia Indah hanya memiliki satu armada bus Isuzu dengan trayek Yogyakarta - Solo - Surabaya - Malang.

2. Pahala Kencana 

Jika berbicara soal PO bus tertua di Indonesia, Pahala Kencana tentu tidak boleh terlewatkan. PO berdiri sejak 1976 di Kudus, Jawa Tengah dan bisa dibilang masih populer sampai sekarang. Pahala Kencana merupakan perusahaan otobus yang melayani perjalanan antarkota antarprovinsi. 

Selain itu, Pahala Kencana juga melayani jasa bus pariwisata dan ekspedisi barang paket dengan armada mulai dari Mercedes-Benz hingga Vino. 

3. Lorena - Karina Lorena 

Karina dikenal sebagai bus lintas Jawa-Sumatera. Perusahaan otobus ini merupakan penyedia moda transportasi darat dengan armada bus yang didirikan sejak 1978. 

Trayek awal Lorena - Karina melayani rute Bogor menuju Jakarta pada 1984. Seiring dengan perkembangan usaha Lorena - Karina terus melebarkan sayap dengan membuka trayek lebih jauh (AKAP) Jakarta, Sumatera hingga Bali.

4. Safari Dharma Raya atau OBL 

Lebih dikenal dengan OBL yang merupakan singkatan nama dari pendirinya yaitu Oei Bie Lay atau Darmoyono. Safari Dharma Raya juga menjadi salah satu PO tertua di Indonesia yang sudah berdiri sejak 1969 silam. 

PO bus yang berkantor pusat di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah ini memiliki rute Magelang menuju Ngadirejo, Jakarta-Yogyakarta. OBL telah membuktikan manajemennya yang sangat bagus, terbukti OBL masih eksis hingga saat ini.

 5. Antar Lintas Sumatera (ALS)

Untuk yang sering berpergian dari Sumatera menuju Jawa ataupun sebaliknya pasti tidak asing lagi dengan perusahaan otobus satu ini, yakni PO Bus Antar Lintas Sumatera (ALS). 

Didirikan di Mandailing Natal, Sumatera Utara pada 29 September 1966, ALS menjadi salah atu PO bus tertua di Indonesia. Tidak hanya itu, ALS juga dinobatkan sebagai bus yang memiliki trayek terjauh di Indonesia. 

6. Perusahaan Motor Transport Ondernemer Hasan (PMTOH) 

Perusahaan Motor Transport Ondernemer Hasan (PMTOH) merupakan perusahaan jasa transportasi angkutan penumpang darat berasal dari Aceh. 

PMTOH adalah salah satu perusahaan otobus tertua di Indonesia. PMTOH telah berdiri sejak 1957 dan melayani berbagai rute dari Banda Aceh menuju medan dan beberapa kota di Pulau Jawa. 

Untuk armada yang diandalkan PMTOH ini adalah bus yang menggunakan sasis Mercedes-Benz.

7. Naikilah Perusahaan Minang (NPM) 

Naikilah Perusahaan Minang (NPM) merupakan PO bus tertua di Sumatera Barat dan tertua di Indonesia. Bagaimana tidak perusahaan ini telah beroperasi sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, yakni sekitar tahun 1937.

Didirikan di Padangpanjang, Minangkabau, Sumatera Barat, NPM saat ini sudah berumur 85 tahun. Meski demikian NPM masih menjadi perusahaan otobus terkenal dan populer sampai sekarang. 

8. DAMRI 

Satu lagi PO bus tertua di Indonesia. Kali ini perusahaan jawatan milik negara. Cikal bakal DAMRI berdiri pada 1943, pada zaman pendudukan Jepang yaitu Jawa Unyu Zigyosha yang mengkhususkan diri pada angkutan barang dengan truk, gerobak atau cikar, dan juga terdapat Zidosha Sokyoku yang melayani angkutan penumpang dengan kendaraan bermotor atau bus.  

Pada 1945, setelah Indonesia merdeka, di bawah pengelolaan Departemen Perhubungan, Jawa Unyu Zigyosha berubah nama menjadi Djawatan Pengangkoetan untuk angkutan barang dan Zidosha Sokyoku beralih menjadi Djawatan Angkutan Darat untuk angkutan penumpang. 

Pada 25 November 1946, kedua jawatan itu digabungkan berdasarkan Maklumat Menteri Perhubungan No.01/DAM/46 sehingga dibentuklah 

“Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia” disingkat DAMRI, dengan tugas utama menyelenggarakan pengangkutan darat dengan bus, truk, dan angkutan bermotor lain. 

Damri sampai saat ini masih melayani angkutam penumpang jarak dekat (dalam kota) dan menengah.


Editor : Nani Suherni