MEDAN, iNews.id - Polisi Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) bersama dengan sejumlah awak media mitra menggelar deklarasi pemilihan kepala daerah (pilkada) damai. Langkah Polda Sumut tersebut terkait dengan jelang masa kampanye yang akan dimulai 15 Februari mendatang.
Deklarasi damai dipimpin langsung oleh Kapolda Sumut Irjen Polisi Paulus Waterpauw di ruang Tribrata Polda Sumut, Jumat (9/2/2018). Paulus menekankan, Polda Sumut berkomitmen untuk meciptakan suasana harmonis sepanjang kampanye.
"Kita siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama perhelaran Pilkada 2018," ucap Paulus.
Dia menyampaikan, Polda Sumut telah membentuk Satgas Nusantara yang memiliki fungsi untuk meminimalisir sejumlah isu provokatif saat kampanye. Menurutnya, isu terkait suku agama ras antargolongan (SARA) akan diperhatikan sungguh-sungguh oleh Satgas Nusantara.
"Salah satu implementasi pembentukan Satgas Nusantara ini adalah pertemuan yang kita hadiri hari ini dan deklarasi Pilkada Damai tanpa isu sara bersama insan pers mitra Polda Sumut," katanya.
Selanjutnya, Paulus juga meminta bantuan media massa untuk menciptakan pilkada damai di Sumut. Dia juga berkomitmen akan memberikan pelayanan terbaik kepada pegiat pers dalam pelaksanaan peliputan.
"Polda Sumut juga berharap rekan media membantu kepolisian mewujudkan pilkada damai. Melahirkan pemberitaan netral dan berimbang serta memberikan informasi utuh yang mencerdaskan dan memberikan edukasi kepada publik," katanya.
Sementara, perwakilan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Sumut Vincensius Sitepu mengatakan, setiap hasil dari tugas seorang jurnalis harus benar dan dapat dipertanggungjawankan. "Jurnalis harus bisa menjadi wasit dan pengawas dalam rangka pelaksaan Pilgub Sumut," ungkapnya.
Vincensius meminta Polda Sumut terus menjalin kerjasama dengan media untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada jurnalis saat melaksanakan peliputan selama perhelatan Pilkada 2018. Dia juga meminta sesama rekan pers untuk bersikap independen dalam memproduksi berita terkait kandidat calon kepala daerah yang berlaga.
"Saya minta agar setiap insan pers dapat menjamin independensi, netralitas dan menghasilkan pemberitaan yang berimbang sehingga masyarakat dapat memiliki kesadaran dalam menyalurkan aspirasi politiknya di tempat pemungutan suara (TPS) nantinya. Jurnalis yang menjadi anggota partai politik atau tim pemenangan dari salah satu pasangan calon sebaiknua mundur dari tugas-tugas jurnalis," ungkapnya.
Editor : Achmad Syukron Fadillah
kpu polda sumut pilgub sumut pilkada sumut pilkada serentak 2018 paulus waterpauw pilkada damai 2018
Artikel Terkait