Tim SAR gabungan kembali menemukan 11 jenazah korban banjir bandang di Padang Panjang, Sumatera Barat pada hari kedua pencarian, Jumat (28/11/2025). (Foto: iNews).

JAKARTA, iNews.id - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara tercatat paling tinggi dibandingkan Aceh dan Sumatera Barat. 

Dari total 303 korban tewas akibat bencana yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), lebih dari separuhnya dari Sumut. 

Kepala BNPB, Letjen Suharyanto merincikan, untuk di wilayah Sumatera Utara tercatat 166 korban jiwa dan 103 orang dinyatatakan hilang akibat bencana alam yang terjadi.

“Sumatera Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah menjadi 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Kemudian ada 103 jiwa yang masih hilang,” kata Suharyanto, Minggu (30/11/2025).

Dia menjelaskan, bencana tersebut juga memaksa ribuan warga mengungsi di berbagai titik akibat kondisi permukiman yang rusak dan akses yang terputus. 

“Jumlah pengungsi mencapai ribuan jiwa di Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga, serta ratusan hingga ribuan kepala keluarga di Mandailing Natal, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan,” ujar dia.

Di Provinsi Aceh, sebanyak 47 orang meninggal dunia dan 51 lainnya masih dalam pencarian.

“Untuk wilayah Aceh ada 47, kemudian 51 masih hilang dan 8 luka-luka. Ini akan berkembang terus datanya, karena ada operasi SAR gabungan yang kemungkinan akan terus menemukan korban,” kata Suharyanto.


Editor : Kastolani Marzuki

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network