MEDAN, iNews.id – Perkelahian disertai ancaman senjata api (senpi) terjadi di tempat pangkas rambut di Jalan Mustafa, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Insiden ini diduga bermula dari perselisihan di jalan yang berujung pada aksi kekerasan.
Berdasarkan keterangan korban, Viky Nduru, kronologi kejadian berawal saat dia bersama rekannya hendak pulang. Di tengah perjalanan, mereka tiba-tiba diteriaki dan dimaki oleh dua orang tak dikenal.
Situasi kemudian memanas saat kedua pelaku mengadang laju kendaraan korban di kawasan Simpang Alfalah. Para pelaku bahkan menodongkan pistol, membuat korban panik dan mengira akan menjadi korban pembegalan.
"Awalnya di jalan ada dua orang meneriakkan memaki kami. Sampai kami di simpang Alfalah ini mereka palang kami pakai motor sambil todong pakai pistol di jalan. Kami kira itu benar begal motor makanya kami tancap gas dan mereka kejar sampai di lokasi pangkas ini," kata Viky.
Korban pun melarikan diri dan menuju tempat pangkas milik rekannya untuk menyelamatkan diri. Namun, tidak lama berselang, empat orang pelaku datang ke lokasi hingga terjadi perkelahian.
Rekaman CCTV memperlihatkan salah satu pelaku berkaus hitam mengeluarkan senjata api dan mengarahkannya ke arah korban sebelum terjadi aksi saling pukul di dalam lokasi.
Usai kejadian, korban melaporkan peristiwa tersebut ke Propam Polda Sumut. Korban menduga para pelaku merupakan oknum aparat, karena dalam rekaman video terdengar penyebutan nama salah satu Polres.
Kasus ini kini dalam penanganan pihak berwenang untuk mengungkap identitas pelaku serta motif pasti di balik kejadian tersebut.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait