"Rekan kami merasa terancam dan ketakutan setelah kejadian tersebut," ujarnya.
Arif juga mengungkapkan adanya dugaan intimidasi lanjutan terhadap korban agar mencabut laporan yang telah dibuat.
“Kami bermohon kepada bapak Kapolda Sumut untuk memprioritaskan keselamatan dan keamanan satpam kami. Setelah kejadian itu, satpam kami merasa terancam karena diteror seseorang agar perkara dicabut,” katanya.
Pihak perusahaan berharap kepolisian dapat menangani kasus ini secara serius dan tuntas. Saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut. Polisi terus mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap secara jelas peristiwa dugaan pengancaman tersebut.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait