Sungai Lau Borus di kaki Gunung Sinabung mengeluarkan uap panas panas pascaerupsi sepekan terkahir. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Sungai Lau Borus di kaki Gunung Sinabung mengeluarkan uap panas pascaerupsi disertai guguran awan panas yang terjadi sepekan terakhir. Uap panas tersebut diduga muncul akibat pertemuan antara air Sungai Lau Borus dengan awan panas Gunung yang berhulu di kaki gunung berapi tersebut.

Kepala Pos Pantau Gunung Sinabung Armen Putra mengatakan fenomena uap air panas terjadi sejak, Selasa (2/3/2021) lalu. Uap panas tersebut terpantau di hulu aliran sungai Lau Borus di Desa Gamber. 

"Uap air panas ini diakibatkan pertemuan antara air dan awan panas di erupsi Gunung Sinabung 2 Maret 2021 lalu. Pertemuan ini menyebabkan uap air yang cukup tebal dengan asap berwarna putih kecokelatan," kata Armen, Senin (8/3/2021).

Armen mengatakan potensi guguran awan panas ke kawasan Sungai Lau Borus tepatnya di desa Gamber masih sangat tinggi. 

"Karena itu, kami mengimbau warga untuk tidak memasuki kawasan tersebut karena sangat berbahaya," ucapnya. 

Saat ini Gunung Sinabung yang ketinggiannya mencapai 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) berada pada status Level III (Siaga). Warga maupun petani agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi serta di lokasi di dalam radius 3 km dari puncak gunung.

Selanjutnya radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.


Editor : Stepanus Purba_block

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network