Bupati Madina Jafar Sukhairi Nasution saat menjenguk warga yang terpapar racun gas H2s PT.SMGP di RSUD Panyabungan (Liansah Rangkuti/MNC Portal)
Liansah Rangkuti

MADINA, iNews.id - Sebanyak 83 warga di Desa Sibanggor Tongan dan Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut) diduga racun gas Hidrogem Sulfide (H2S) milik PT SMGP, Selasa (27/9/2022) malam. Bupati Madina Jafar Sukhairi Nasution pun langsung memantau kondisi korban.

Data dari pihak Rumah sakit umum daerah (RSUD) Panyabungan menyebut ada 39 orang pasien yang diduga terpapar racun H2S.  Sedangkan jumlah data pasien yang mengalami penyakit yang sama di Rumah Sakit Umum Permata Madina ada 44 orang warga Sibanggor Tonga dan Desa Sibanggor Julu mengalami muntah-muntah dan lemas.

"Di RSUD Panyabungan ada 39 orang sedangkan di RS Permata Madina ada 44 orang pasien yang diduga keracunan Gas H2S hingga saat ini kita tidak bisa mendeteksi racun yang ada di tubuh pasien namun gejala keracun pasti dapat terdeteksi." Kata Direktur RSUD Panyabungan, Rusli Pulungan, Rabu (28/09/2022).

Dikatakan Rusli, selain orang dewasa warga yang keracunan gas di antaranya ada beberapa anak di bawah umur bahkan ada yang  balita. Namun semua sudah mendapatkan pertolongan medis.

"Sesuai arahan bapak bupati kita memberikan pelayanan prima kepada pasien kita malam ini hingga kita bekerja sama dengan BPBD mendirikan tenda disamping UGD untuk menampung Pasien, selain itu ada beberapa pasien di bawah usia lima tahun," ucapnya.

Terpisah,  warga Subanggor Tonga M Lubis (25) mengaku sangat ketakutan atas perihal itu. Mereka pun mengungsi dari desa karena takut terpapar gas beracun.

"Untuk sementara kami mengungsi takutlah menjadi korban berikutnya," katanya.

Sementara itu  hingga berita ini dibuat, pihak PT Sorik Marapi Geotjermal Power (SMGP) tidak ada yang bisa dihubungi untuk memberikan tanggapan.


Editor : Nani Suherni

BERITA TERKAIT