LABUHANBATU, iNews.id - Rekaman video seorang wanita memprotes dugaan penolakan pasien kritis di RSUD Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan pendamping pasien meluapkan kekecewaan karena merasa tidak mendapat penanganan medis saat kondisi darurat.
Dalam video yang beredar, seorang wanita terlihat mendatangi pintu masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Rantauprapat sambil merekam menggunakan telepon seluler. Dia mempertanyakan pelayanan rumah sakit terhadap seorang pasien yang mengalami kecelakaan kerja.
Aksi protes tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan telah ditonton lebih dari 8 juta kali hingga Senin 7 September 2026 malam.
Menurut perekam video, Mely Panggabean, kejadian itu berlangsung pada Kamis sore ketika dia mendampingi seorang pasien yang mengalami kecelakaan kerja.
Mely menyebut kondisi pasien saat itu cukup mengkhawatirkan karena keluar darah dari kedua telinga dan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Setibanya di RSUD Rantauprapat, Mely mengaku hanya bertemu petugas keamanan di pintu masuk IGD.
"Sampai di rumah sakit, cuma ada satpam di situ, aku bilang pak ada pasien. Lalu dia bilang tunggu dan masuk ke dalam sebentar, terus keluar lagi dan sampaikan rumah sakit penuh, bed penuh, kursi roda, dokter lagi menangani pasien," ujarnya, Senin (7/9/2026).
Mely kemudian mempertanyakan kondisi tersebut karena pasien datang dalam keadaan darurat dan membutuhkan pertolongan segera.
"Terus aku bilang jadi bagaimana pak, yah gimana bu namanya penuh, katanya. Terus aku kesal dan videokan, lalu dia mau ambil HP ku sehingga terjadinya video itu," katanya.
Dia mengaku emosional karena merasa pasien belum mendapatkan pemeriksaan awal dari tenaga medis.
"Aku marah, pasien yang menerima satpam, pasien gak dilihat, minimal dilihat dulu lah sama tenaga medis. Kita kan langsung emosi. Video itu tidak diedit, tak ada satu pun tenaga medis yang datang dulu lihat pasien," ucapnya.
Peristiwa tersebut memicu perhatian publik terkait pelayanan pasien dalam kondisi darurat di fasilitas kesehatan. Hingga kini, pihak RSUD Rantauprapat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penolakan pelayanan tersebut. Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita juga belum memberikan penjelasan saat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut.
Editor : Donald Karouw
viral di media sosial RSUD Rantauprapat viral di media sosial Pasien Kritis Kabupaten Labuhanbatu
Artikel Terkait