2 Bulan Tak Narik Penumpang, Sopir Grab asal Medan Nekat Gantung Diri

Okezone ยท Selasa, 07 April 2020 - 11:51 WIB
2 Bulan Tak Narik Penumpang, Sopir Grab asal Medan Nekat Gantung Diri
Ilustrasi gantung diri. (Foto: AFP)

BEKASI, iNews.id - JL (33) seorang pria asal Medan, Sumatera Utara nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Dia ditemukan anaknya yang masih SMP dalam posisi tergantung di atas pohon sengon belakang rumah mereka di Kampung Lilinggir, Desa Cipayung, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (6/4/2020) petang.

Aksi nekat korban ditengarai akibat faktor himpitan ekonomi. Beban ekonomi keluarga semakin memburuk dampak virus corona. Apalagi diketahui korban merupakan seorang sopir grab yang sejak dua bulan terakhir tak bisa bekerja akibat pandemi Covid-19.

"Motifnya diduga ekonomi, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri," ujar Kapolsek Cikarang Timur Kompol Sumarjan, Selasa (7/4/2020).

Dia mengatakan, korban pertama kali ditemukan anaknya pada pukul 18.15 WIB. Sebelum kejadian, anak korban melihat ayahnya melepaskan tali tambang ayunan yang ada di dalam rumah dan dibawa ke belakang. Ketika diikuti, korban sempat menyembunyikan tali tersebut.

"Sekitar pukul 18.00 WIB atau setelah Magrib, anak korban tidak melihat ayahnya di rumah. Selanjutnya dia melakukan pencarian ke belakang rumah," katanya.

Terkejut bukan kepalang, anak korban menemukan ayahnya sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tergantung tali ayunan warna merah yang dia sempat lihat dibawa korban.

"Anak korban lalu berteriak, menangis meminta pertolongan kepada ibunya hingga akhirnya warga sekitar berdatangan dan menurunkan korban dari tali gantungan dalam keadaan sudah meninggal," ucapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pihaknya tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Tetapi menurut keterangan istri, sebelumnya ada seorang pria yang datang ke rumahnya.

"Setelah kejadian itu korban sering melamun karena sudah dua bulan tidak narik (sopir grabcar). Keluarga juga telah mengikhlaskan kematian korban dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi," ujarnya.


Editor : Donald Karouw