2 Tahun Cabuli Anak Tiri, Tukang Pangkas di Pematangsiantar Menangis saat Ditangkap

Dharma Setiawan ยท Kamis, 23 Juli 2020 - 09:48:00 WIB
2 Tahun Cabuli Anak Tiri, Tukang Pangkas di Pematangsiantar Menangis saat Ditangkap
Korban YAS (baju kuning) ditemani kerabat saat mengadukan tindakan ayah tirinya selama dua tahun ke Polres Pematangsiantar. (Foto: iNews/Dharma Setiawan)

PEMATANGSIANTAR, iNews.id - Seorang tukang pangkas berinisial MRS menangis saat ditangkap petugas Polres Pematangsiantar karena mencabuli anak tirinya. Ironisnya, peristiwa bejat pelaku sudah berlangsung selama dua tahun terakhir.

Dari infomasi yang berhasil dihimpun pelaku MRS (46) mencabuli anak tirinya YAS (15) sejak duduk di bangku SMP. Selain mencabuli, pelaku juga diketahui kerap menganiaya korban. Tindakan pelaku tersebut membuat korban mengadu ke bibinya yang selanjutnya menyampaikan kepada ayah kandung korban Yusuf Silitonga.

"Jadi dia menulis surat yang dititipkan kepada anak-anak untuk disampaikan kepada bibinya. Surat tersebut berisi anak saya tidak tahan lagi tinggal di rumah ayah tirinya karena jadi korban pemerkosaan dan penganiayaan," kata ayah kandung korban, Yusuf Silitonga, Kamis (23/7/2020).

Mendengar anaknya menjadi korban pencabulan, Yusuf Silitonga yang bekerja di Tanjung Morawa, Deliserdang datang ke Pematangsiantar untuk menemui anaknya. Kepada ayahnya, korban kemudian bercerita seluruh kejadian yang dialaminya selama dua tahun terakhir.

"Setelah mendengar ceritanya, kami kemudian menuju Polres Pematangsiantar untuk mengadukan tindakan ayah tirinya," kata Yusuf Silitonga.

Selain dicabuli dan dianiaya, YAS juga sering diancam oleh pelaku jika nekat menceritakan perilaku bejatnya kepada orang lain.

"Kalau kau bilang awas kau," kata Yusuf menirukan ancaman pelaku kepada anaknya.

Setelah menerima laporan kasus pemerkosaan anak tersebut, personel Polres Pematangsiantar kemudian menangkap pelaku. Penangkapan pelaku yang terjadi di siang hari sempat menjadi tontonan warga sekitar. Berbanding terbalik dengan perilakunya, pelaku malah menangis saat diamankan polisi.

Editor : Stepanus Purba