27.070 Babi Mati akibat Hog Cholera di Sumut, Balai Veteriner: Kematiannya Sangat Cepat 

Stepanus Purba · Jumat, 13 Desember 2019 - 16:22 WIB
27.070 Babi Mati akibat Hog Cholera di Sumut, Balai Veteriner: Kematiannya Sangat Cepat 
Petugas menyemprotkan vaksin disinfektan ke puluhan ekor babi untuk mengantisipasi penyebaran virus kolera atau hog cholera. (Foto: Dok.iNews.id)

MEDAN, iNews.id – Balai Veteriner Medan mengungkapkan sebanyak 1.000-2.000 ekor babi mati per hari akibat virus hog cholera atau kolera babi. Total hingga 13 November 2019 lalu tercatat ada 27.070 ekor babi di Sumut yang mati akibat virus tersebut.

Kepala Balai Veterinet Medan, Agustia mengatakan, kematian babi tersebut terjadi sangat cepat. “Dalam satu hari angka kematian yang terlapor rata-rata 1000 - 2000 ekor per hari. Ini data yang kita terima dari DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Utara,” kata Agustia, Jumat, (13/12/2019).

Agustia menerangkan, kematian babi tersebut tersebar di 16 kabupaten/kota yakni di Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Tebing Tinggi, Siantar dan Langkat. 

Agustia yakin masih ada warga yang tidak melaporkan kematian babinya karena faktor jarak atau lokasi dan menguburnya secara swadaya. "16 kabupaten/kota itu memang kantong ternak babi atau populasi babi di Sumut," katanya.

Angka kematian itu sudah dilaporkan ke Direktur Kesehatan Hewan dan Dirjen Peternakan setelah dilakukan analisis menyeluruh dari beberapa komponen, yakni hasil uji lab terdapat reaksi terhadap Afrikan Swine Fever (ASF).

Kemudian kajian secara epidemologi, terkait dengan mulai kapan terjadi, berapa yang mati dan sakit, dan terkait pola dan penyebarannya.

"Untuk men-declare apakah kematian babi di Sumut diakibatkan ASF, keputusannya ada di Jakarta. Declare atas penyebab kematian babi di Sumut dampaknya besar dan tidak bisa dilakukan secara serta merta dikeluarkan," ujarnya. 


Editor : Kastolani Marzuki