3 Kepala Daerah di Jawa Barat Positif Terinfeksi Virus Corona

Antara ยท Selasa, 24 Maret 2020 - 21:03 WIB
3 Kepala Daerah di Jawa Barat Positif Terinfeksi Virus Corona
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menjenguk Wali Kota Bogor Bima Arya di RSUD Kota Bogor, pada Minggu (22/3/2020). (Foto: Humas Pemprov jabar)

BANDUNG, iNews.id - Sejumlah tiga kepala daerah di Provinsi Jawa Barat (Jabar) positif terinfeksi virus corona per Selasa (24/3/2020). Kasus terbaru yakni Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

Sebelumnya ada Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana yang lebih dahulu dinyatakan positif.  Ketiga kepala daerah ini menjalani tes yang dilaksanakan Pemprov Jabar.

"Ada satu lagi kepala daerah yang sudah melakukan tes dan hasilnya positif, yaitu bupati Karawang. Tadi saya udah minta izin melaporkan hasilnya,” kata Gubernur Jabar M Ridwan Kamil di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Selasa (24/3/2020).

Dia menjelaskan, informasi tiga kepala daerah terkena Covid-19 diketahui dari tes mandiri hasil kebijakan di luar pemerintah pusat. Semua sampel dicek di laboratorium kesehatan milik Pemprov Jabar.

Menurutnya, berdasarkan hasil lacak riwayat pasien positifnyang sudah berjalan, maka didapat analisa peta persebaran virus corona di Jabar.

Kesimpulannyan mengarah pada tiga klaster acara. Yakni, Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jabar di Kabupaten Karawang, acara seminar di Kabupaten Bogor dan yang seminar di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Gubernur mengimbau siapa pun yang merasa hadir di ketiga acara tersebut bisa mendaftarkan diri untuk berkoordinasi dengan dinas kesehatan di masing-masing daerah agar dilakukan rapid test.

"Saya imbau yang hadir di acara Hipmi segera melapor kepada dinkes kota masing-masing. Segera, hari ini atau esok pagi yang Insya Allah persiapan rapid test sudah siap dilaksanakan,” kata Kang Emil-sapaan akrabnya.

Klaster lain yakni acara ekonomi syariah dan seminar GBI di Lembang.

"Ada yang positif di acara tersebut. Saya imbau para peserta melaporkan kepada dinkes untuk rapid test. Bahkan saya dengar pesertanya ada sekitar 2.000 orang dibagi empat sesi seminar,” ujar Kang Emil.


Editor : Donald Karouw