351 Bangkai Babi yang Mengambang di Danau Siombak Dikubur di 5 Lubang

Stepanus Purba ยท Selasa, 12 November 2019 - 15:44 WIB
351 Bangkai Babi yang Mengambang di Danau Siombak Dikubur di 5 Lubang
Proses penguburuan 351 bangkai babi di pinggir Danau Siombak dengan menggunakan alat berat jenis Amphibi. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id - Tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Kota (Pemkot) Medan dibantu masyarakat menguburkan sebanyak 351 ekor bangkai babi yang mengambang di Danau Siombak, Kecamatan Marelan, Selasa (12/11/2019). Bangkai babi tersebut dikuburkan di lima lubang besar yang sebelumnya sudah disiapkan.

Camat Medan Marelan, M Yunus mengatakan, ratusan babi tersebut telah dikuburkan oleh tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres Pelabuhan Belawan, TNI, dan warga di lima lokasi. Namun, penguburan bangkai hewan ternak ini masih akan terus dilanjutkan karena ada bangkai babi kiriman dari Sungai Bederah.

“Masih banyak bangkai babi. Jadi saat ini masih ada tim kami yang menyisir Danau Siombak. Kami juga sudah membuat tim yang menyisir Sungai Bederah dan sudah menyiapkan satu lubang besar di sana,” kata M Yunus.

Dia mengungkapkan, dalam proses penguburan bangkai babi ini, pihaknya berpacu dengan waktu. Sebab, kalau air sudah pasang, akan berisiko bagi alat berat. “Jadi kami percepat penanaman bangkai babi kalau sudah terkumpul,” ujarnya.

Diketahui, sejak dua pekan yang lalu ratusan bangkai babi mengambang di Danau Siombak. Ratusan bangkai babi ini diduga dibuang oleh orang yang tidak bertanggung jawab di Sungai Bederah hingga terbawa arus di Danau Siombak.

Keberadaan bangkai babi ini membuat warga yang tinggal di kawasan Danau Siombak menjadi resah. Karena selain menyebabkan bau tidak sedap, warga yang beraktivitas di Danau Siombak juga mulai diserang penyakit seperti gatal-gatal.

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara (Sumut), M Azhar mengungkapkan, sebanyak 5.800 babi mati karena terkena virus Hog Cholera. Namun, dia menegaskan virus ini hanya menjangkit ke sesama babi.

Terkait penemuan bangkai babi ini, Kapolsek Medan Labuhan AKP Edy Safari mengatakan, sudah menjalin komunikasi dengan Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimum) Polda Sumut. Namun, belum ada tersangka dalam kasus tersebut.

“Kami masih lidik yang buang ke sungai. Kami juga lidik ke peternakan di Tanjung Gusta dan Percut. Ini masuk pencemaran lingkungan hidup, ancaman hukuman di atas 10 tahun," kata Edy Safari, Senin (11/11/2019).


Editor : Kastolani Marzuki