Ajukan Kejuaraan Rally Dunia di Sumut ke Luhut, Wagub Ijeck: Kita Gak Bikin Track

Nani Suherni ยท Kamis, 02 Desember 2021 - 13:50:00 WIB
Ajukan Kejuaraan Rally Dunia di Sumut ke Luhut, Wagub Ijeck: Kita Gak Bikin Track
Wagub Ijeck Ajukan Kejuaraan Rally Dunia di Sumut ke Luhut (Foto: Dok Pemprov Sumut)

MEDAN, iNews.id - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengajukan event kejuaraan rally dunia di wilayahnya saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Dia pun menegaskan jika Sumut sebelumnya sudah menjadi tuan rumah rally dunia di tahun 1996-1997.

Pria yang akrab disapa Ijeck ini menuturkan, Pemprov Sumut meminta dukungan pemerintah pusat untuk membantu melengkapi fasilitas mulai rumah sakit, infrastruktur jalan hingga mendorong adanya event bertaraf internasional. Saat ini yang sudah mulai dilakukan di antaranya Danau Toba Rally 2021.

"Danau Toba magnetnya sudah ada, kalau ditambah event lagi pasti bisa menarik wisatawan lebih banyak. Saat ini kami sudah mulai tanggal 11-12 nanti ada Danau Toba Rally," kata Ijeck dilansir dari portal resmi Pemprov Sumut, Kamis (2/12/2021).

"Dulu pernah juga tahun 1996-1997 Rally kejuaraan dunia dibuat, tapi tahun 1998 hilang karena ada krisis moneter, target kami 2023 bisa buat kejuaraan rally dunia lagi dan mohon dukungannya," ucapnya lagi.

Track yang dipakai yakni berada di kawasan Aek Nauli. Menjadi event berkelas dunia, dibutuhkan fasilitas di antaranya fasilitas rumah sakit dan infrastruktur jalan.

"Kita enggak bikin track. Dahulu rally dunia kendalanya juga ada di rumah sakit dan beberapa hal lainnya. Jadi kami berharap, kalau bisa tidak hanya di Porsea saja rumah sakit dibangun, karena di kawasan Danau Toba ada tujuh Kabupaten dan kalau bisa dibuat juga rumah sakit di Samosir dan Parapat agar tidak jauh ke Porsea," ujarnya.

Ijeck pun mengucapkan terima kasih karena pemerintah pusat akan membangun pelabuhan kapal di Kawasan Sigapiton. Selain rumah sakit, Ijeck juga berharap, beban pembangunan infrastruktur jalan dari Provinsi jatuh ke nasional. 

"Kalau boleh kita beban jalan provinsi ada 3.000 km lebih, kalau boleh dialihkan ke nasional," ujarnya.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: