Bandara Kualanamu di Deliserdang Akan Dipasang Alat Deteksi Banjir

Sindonews, Aan Haryono ยท Jumat, 17 Januari 2020 - 20:23 WIB
Bandara Kualanamu di Deliserdang Akan Dipasang Alat Deteksi Banjir
Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara. (Foto: Antara)

SURABAYA, iNews.id - Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara akan dipasang alat deteksi banjir. Pemasangan dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Transportasi Udara Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Selain di Bandara Kualanamu, alat yang sama juga akan terpasang di Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Juanda, I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Sultan Hassanuddin.

Pemasangan alat itu sebagai upaya keselamatan transportasi udara di berbagai bandara di Indonesia. Alat ini merupakan hasil kerja sama penelitian antara Puslitbang dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

BACA JUGA: Presiden Jokowi Akan Resmikan Jalur Rel Kereta Layang Medan-Bandara Kualanamu

Ketua Tim Peneliti  ITS Dr Melania Suweni Muntini MT mengatakan, dari sekitar 300 bandara di Indonesia, belum ada yang dipasang detektor genangan air di landasan pacu. Padahal menurut ICAO, genangan air tertinggi yakni 4 mm dan tidak boleh lebih dari 25% di area runway yang tergenang.

“Ketika musim hujan seperti ini dan landasan pacu di bandara tergenang air, maka tidak ada informasi yang valid kepada pilot tentang seberapa tinggi genangan airnya. Ini penting untuk mempertimbangkan pesawat dapat mendarat atau tidak di bandara tersebut,” ujar Melania, Kamis (16/1/2020).

Kepala Puslitbang Transportasi Udara Capt Novyanto Widadi SAP MM dalam kunjungannya ke ITS beberapa waktu lalu menuturkan, rencana implementasi hasil penelitian dengan ITS ini menjadi urgent setelah permasalahan tergenangnya Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, awal tahun ini. Bandara yang menjadi pintu gerbang bagi para tamu negara tersebut tergenang air akibat curah hujan yang lebat.

Penelitian yang dilakukan Melania beserta timnya di Laboratorium Instrumentasi, Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Analitika Data ITS ini sudah dirancang kurang lebih selama dua tahun. Uji fungsional sudah dilakukan dan berhasil dengan baik, sekarang ini sedang dalam tahap sertifikasi.

Alat pendeteksi ini diberi nama Standing Water Detector (SWD) dan Wind Shear Detector (WSD). Untuk awal akan dilakukan uji operasional di enam bandara yang ada di Indonesia, termasuk Bandara Kualanamu.


Editor : Donald Karouw