Bayi Lahir dengan Otak di Luar Tempurung Kepala di Madina Sumut Meninggal Dunia

Stepanus Purba ยท Selasa, 19 November 2019 - 19:29 WIB
Bayi Lahir dengan Otak di Luar Tempurung Kepala di Madina Sumut Meninggal Dunia
Ilustrasi bayi. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Bayi lahir dengan otak di luar tempurung kepala (Anenchepali) di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), meninggal dunia. Anak pasangan Soki Btr (43) dan Desmawita (35) warga Desa Aek Garingging, Kecamatan Lingga Bayu, tak dapat bertahan lama sejak terlahir dalam kondisi cacat pada Senin (18/11/2019).

Kabar meninggalnya bayi ini dibenarkan Bupati Madina Dahlan Hasan.

"Bayi sudah meninggal sore itu juga, pukul 19.35 WIB," ujar bupati, Selasa (19/11/2019).

Dahlan menduga bayi perempuan ini meninggal akibat tercemar zat mercuri yang banyak digunakan penambang emas ilegal dan mencemari air yang dikonsumsi masyarakat setempat.

"Ya sangat erat kaitanyalah. Cobalah bayangkan selama ratusan tahun di Madina ini kan tidak ada yang lahir seperti itu," katanya.

Menurutnya, dalam dua tahun belakangan ini, penambangan emas ilegal banyak dilakukan masyarakat. Jumlahnya mencapai ratusan.

"Banyak tambang ilegal. Tidak hanya satu tempat tapi ada di banyak lokasi. Kalau dulu di daerah pedalaman, sekarang di pinggir jalan pun mereka berani," ujarnya.

Sebelumnya, Bayi yang lahir dengan otak di luar tempurung kepala (Anenchepali) gegerkan warga Madina, Sumut. Bayi ini lahir dengan berat badan 3.200 gram dan panjang 50 cm pada Senin (18/11/2019).

Data yang didapat dalam kurun dua tahun di Kabupaten Madina, sudah ada enam bayi baru lahir yang menurut hasil diagnosa mengalami cacat bawaan Omphalocele, Anencephali, Cyclopia dan Gastroschicis serta Anencephaly.

Cacat bawaan bayi lahir ini kuat dugaan akibat penggunaan bahan kimia secara liar pada aktivitas pertambangan yang ada di kawasan tersebut. Saat ini banyak kebun, sawah di beberapa wilayah yang dijadikan tempat pengambilan emas sehingga telah merusak lingkungan. Selain itu pada beberapa titik juga berdiri bebas alat pemisah biji emas (Galundung) dengan menggunakan bahan kimia merkuri.


Editor : Donald Karouw