Begini Penjelasan Kodam I Bukit Barisan soal Penyebab Kematian Serda Iman

Stepanus Purba ยท Selasa, 12 November 2019 - 17:57 WIB
Begini Penjelasan Kodam I Bukit Barisan soal Penyebab Kematian Serda Iman
Kodam I Bukit Barisan saat memberikan keterangan atas penyelidikan kasus meninggalnya Sersan Iman saat latihan bela diri tarung bebas di Makoyon 122/TS, Deliserdang. (foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.idKodam I Bukit Barisan angkat bicara atas kematian prajurit Kompi B Yonif 122/TS Dolok Masihu Serda Iman Berkat Gea (23). Hal ini menyusul kejanggalan pihak keluarga yang membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Kapendam Bukit Barisan Kol Inf Zeni Djunaidhi mengatakan, kronologi kejadian yang merenggut nyawa Serda Iman berawal saat almarhum mengikuti latihan bela diri tarung derajat di Makoyon 122/TS Dolok Masihul, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Senin (4/11/2019) pukul 16.00 WIB. Kemudian dalam proses latihan, Serda Iman latih tanding dengan rekannya Pratu Eko pukul 17.00 WIB.

"Yang bersangkutan terkena tendangan pada dada sebelah kiri. Korban sempat bangun, akan tetapi jatuh kembali kemudian pingsan," ujar Zeni di Medan, Selasa (12/11/2019).

Selanjutnya pukul 17.15, korban dievakusi ke klinik kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan.

"Dalam penanganan medis, yang bersangkutan tidak tertolong dan meninggal dunia," katanya.

Sementara soal luka memar di kepala, Kapendam mengungkapkan hal tersebut disebabkan posisi jatuh Serda Iman saat latihan.

"Saat kejadian dia terjatuh, kepalanya terbentur sehingga ada luka memar," ucapnya.

Menurutnya, saat ini Kodam I Bukit Barisan telah membentuk tim investigasi untuk mengusut tuntas kasus kematian Serda Iman.

"Jika seandainya ada indikasi (kesalahan) prosedur dalam penyelenggaran (latihan), saya pastikan tidak ada prajurit yang kebal hukum. (Peraturan) akan dijalankan sesuai ketentuan hukum," kata Zeni.

Kepala Kesdam I/BB Kolonel CKM dr Sutan Bangun menambahkan, untuk luka pada leher Serda Iman yang ditemukan keluarga, merupakan bekas suntikan formalin.

"Jenazah itu harus diawetkan, maka diputuskan penggunaan formalin. Yang Paling efektif itu dari pembuluh darah di leher, (lukanya) paling panjang 2 cm," ujar Sutan.

Sebelumnya, anggota TNI AD Serda Iman meninggal dunia ketika sedang sparing bela diri dengan rekannya Pratu AR di Kompleks Batalion 122/TS Dolok Masihul, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara, Senin (4/11/2019). Jenazah almarhum rencananya akan dikebumikan di Gunungsitoli pada Kamis (7/11/2019).

Namun, pemakaman batal dilakukan. Pihak keluarga meminta jenazah Iman divisum terlebih dahulu sebelum dikebumikan. Mereka kemudian membawa jenazah Iman ke RSU Gunungsitoli untuk divisum.

Selanjutnya keluarga membuat laporan ke Unit Pelayanan dan Pengaduan Polisi Militer Subdenpom I/2-5 Nias di Jalan Gomo Gunungsitoli, Jumat (8/11/2019) pukul 12.00 WIB.

Keluarga melaporkan dugaan kejadian tindak pidana kejahatan terhadap Serda Iman Berkat Gea Nrp 21180000390396 Danru 3 Ton 1 Ki B Yonif 122/TS pada Senin 4 November 2109 pukul 18.00 WIB. Laporan ini juga sesuai dengan laporan polisi nomor LP 04/A-04/XI/2019 tanggal 8 November 2019.


Editor : Donald Karouw