BNPB Percepat Distribusi Logistik Banjir dan Longsor di Sumut, Infrastruktur Mulai Pulih
Untuk menekan potensi bencana susulan akibat banjir dan longsor Sumatera Utara, pemerintah mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hingga Jumat (12/12), dua pesawat telah menjalankan 25 sortie dengan total 21.200 kilogram bahan semai.
BNPB juga menyusun dokumen pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak di Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Langkat. Sementara itu, rencana relokasi 67 rumah di Desa Sape Tua, Kabupaten Humbang Hasundutan, masih menunggu penyelesaian status lahan.
Distribusi bantuan banjir dan longsor Sumatera Utara melalui jalur udara difokuskan ke wilayah terpencil seperti Barus, Siantar Naipospos, dan Rembele di Aceh. Sejumlah pengiriman terpaksa ditunda akibat cuaca buruk.
Distribusi jalur darat tetap menjadi tulang punggung dengan enam titik utama penerima bantuan. Pinangsouri tercatat menerima logistik terbanyak sebesar 2.748 kilogram, disusul Kodam I Bukit Barisan dan Kecamatan Barus.
Di sektor komunikasi, Kementerian Komunikasi dan Digital melaporkan 743 BTS telah kembali beroperasi. Tingkat pemulihan BTS di Sumatera Utara mencapai 96,67 persen, Sumatera Barat 99,20 persen, sementara Aceh baru mencapai 33,01 persen.
BNPB kembali mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor Sumatera Utara susulan serta cuaca ekstrem. Warga diminta menjauhi bantaran sungai dan lereng curam serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Editor: Donald Karouw