Demo Turunkan Kepala Desa di Madina, Warga Blokade Jalinsum 4 Jam 

Ahmad Husein Lubis · Senin, 29 Juni 2020 - 15:46 WIB
Demo Turunkan Kepala Desa di Madina, Warga Blokade Jalinsum 4 Jam 
Aksi warga di Mandailing Natal saat berdemo tuntuk kepala desa mundur dan memblokade jalinsum. (Foto: iNews/Ahmad Husein Lubis)

MADINA, iNews.id - Ratusan warga Desa Mompang Julu, Mandailing Natal berunjuk rasa menuntut pencopotan kepala desa mereka, Senin (29/6/2020). Massa memblokade jalan lintas sumatera (jalinsum) yang melewati desa mereka dengan membakar ban bekas.

Pantauan iNews, aksi demo warga ini langsung diredam aparat TNI dan Polri. Petugas membubarkan massa dan memadamkan api untuk membuka kembali jalan yang sempat ditutup tersebut.

Namun sebelumnya, warga sempat bertahan dan tak mau dibubarkan polisi. Akibat demo ini, akses jalinsum lumpuh selama kurang lebih empat jam.

Dalam tuntutannya, warga protes atas ketidaktransparanan penggunaan dana desa, termasuk pembagian bantuan langsung tunai (BLT) selama masa pandemi Covid-19. Karena itu mereka meminta agar Kepada Desa Hendri Hasibuan mundur dari jabatannya.

"Kami minta kepala desa mundur dari jabatannya," ujar seorang komando demo yang diikuti dengan sorakan massa.

Warga mengaku geram dan terpaksa memblokade jalan lantaran berulang kali mendesak yang bersangkutan agar mundur, namun tetap menolak dan mempertahankan jabatannya.

Protes warga berkaitan dengan ketidaktranparanan kepala desa dalam penggunaan dana desa. Puncaknya saat pembagian BLT yang dinilai tidak tepat sasaran.

Aksi massa ditanggapi Pemerintak Kabupaten Mandailing Natal yang datang ke lokasi. Mereka coba berdialog untuk menenangkan massa warga tersebut.

"Di sini sudah ada Bapak Inspektporat dan nanti tentu akan diperiksa kepala desanya," ujar Sekda Mandailing Natal Gozali Pulungan.

Seusai berdemo dan berdialog, polisi lantas membubarkan kerumunan massa dan memadamkan apil serta benda yang dipakai untuk memblokade jalinsum.


Editor : Donald Karouw