Diperiksa 5 Jam, Oknum Anggota DPRD Labusel Diduga Aniaya Sopir Tidak Ditahan

Fachrizal ยท Jumat, 31 Juli 2020 - 00:30 WIB
Diperiksa 5 Jam, Oknum Anggota DPRD Labusel Diduga Aniaya Sopir Tidak Ditahan
Kuasa hukum anggota DPRD Labusel yang terjerat kasus dugaan penganiayaan menunjukan berkas pemeriksaan di Mapolres Labusel. (Foto: iNews/Fachrizal)

LABUSEL, iNews.id - Oknum anggota DPRD Labuhanbatu Selatan (Labusel) berinisial IF yang diduga terlibat penganiayaan berencana terhadap sopir diperiksa selama lima jam di Mapolres Labusel, Kamis (30/7/2020). Usai pemeriksaan, anggota Fraksi PDIP DPRD Labusel itu melempar senyum ke wartawan yang sudah menunggu lama di depan ruang penyidik.

IF masih berstatus sebagai saksi atas kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Jefri Yono (21). Dalam pemeriksaan tersebut, IF didampingi empat pengacaranya.

Selain IF, polisi juga memeriksa tiga orang temannya yang turut dilaporkan dalam kasus dugaan pengeroyokan berencana.

Pengacara IF, Prismadi mengatakan, kliennya tidak ikut menganiaya maupun mencabut kuku korban dengan tang seperti yang dituduhkan selama ini.

“Tadi, klien kami, IF diperiksa penyidik selama lima jam. Ada 21 pertanyaan yang diajukan dan statusnya masih sebagai saksi,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Parikhesit tidak berkomentar banyak ketika dikonfirmasi terkait pemeriksaan tersebut.

Dia hanya mengatakan, status IF maupun tiga terlapor lainnya masih sebagai saksi. “Mereka tidak ditahan karena masih berstatus saksi,” ucapnya melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya terlapor disangkakan melanggar KUHP pasal 353 ayat 2 dengan ancaman pidana paling lama 7 tahun,  dan junto  pasal 170 ayat 2 dapat diancam 9 tahun penjara.  Dan sampai saat ini belum diketahui pasti  jadwal kapan rencana balik akan dilakukan pemanggilan lagi terhadap terlapor, yang salah satunya merupakan oknum DPRD Labusel. 


Editor : Kastolani Marzuki